REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump berang soal lansiran media-media bahwa militer negara itu kehabisan rudal saat melawan Iran. Ia menyatakan akan memburu pembocor laporan tersebut.
“Para ‘pembocor’ informasi yang mengkhianati negara ini sedang diburu,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social pada Rabu waktu AS.
Ia memperingatkan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi konsekuensi hukum. “Hukuman penjara jangka panjang akan dikenakan!”
Presiden AS juga menepis laporan media yang menyebutkan bahwa stok rudal Pentagon kian menipis. Ia menegaskan bahwa militer memiliki cadangan dalam jumlah sangat besar dan tengah meningkatkan produksi secara pesat.
“AS memiliki ‘amunisi’ dalam jumlah sangat besar, terutama untuk jenis-jenis tertentu,” tulis Trump.
“Selain itu, amunisi dalam jumlah besar sedang diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan. Perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun jumlah pabrik dan fasilitas produksi terbanyak dalam sejarah negara kita,” ia melanjutkan.
Sebelumnya, laporan soal habisnya amunisi militer Amerika Serikat dalam perang melawan Iran terus bermunculan. Yang terkini, CNN melaporkan bahwa AS telah menghabiskan hampir 80 persen rudal pencegat untuk sistem pertahanan rudal utama THAAD.
Pada Rabu, media tersebut, yang mengutip dua sumber yang mengetahui masalah ini, melaporkan bahwa "militer AS telah menghabiskan hampir empat per lima dari inventaris rudal THAAD-nya dibandingkan dengan jumlah sebelum perang, serta sekitar separuh dari rudal pencegat Patriot-nya sejak awal perang".
Menipisnya cadangan amunisi, ditambah dengan kekhawatiran sekutu di Timur Tengah mengenai potensi serangan balasan Iran, kabarnya meyakinkan Trump untuk membatalkan rencana serangan berskala besar terhadap infrastruktur Iran, demikian menurut CNN. Para pejabat Pentagon dan Gedung Putih menepis kekhawatiran mengenai kekurangan inventaris tersebut.
Sedangkan, Reuters pada Senin melaporkan AS telah menggunakan semua stok rudal jarak jauhnya selama lima bulan perang dengan Iran. Laporan Reuters mengutip tiga sumber yang mengetahui data stok persenjataan, meningkatkan kekhawatiran Pentagon atas kesiapan menghadapi potensi konflik dalam waktu dekat.
Rudal-rudal yang habis terpakai itu yakni rudal dari permukaan-ke-permukaan, dikenal dengan Sistem Taktikal Rudal Angkatan Darat (ATACMS) dan Rudal Berpresisi Tinggi (PrSM). AS dilaporkan telah menggunakan semua jenis rudal itu, menurut sumber yang diwawancarai Reuters.
Tingkat kekurangan stok dari rudal ATACMS dan PrSM belum dilaporkan sebelumnya. Padahal, munisi jarak jauh adalah bagian penting dari persenjataan militer, lantaran akurasinya yang membuat serangan dari jarak jauh aman dilancarkan.

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·