REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Gelombang panas tidak hanya membuat rumah sakit, transportasi, dan kawasan wisata Prancis berada di bawah tekanan. Suhu tinggi juga mengganggu salah satu tulang punggung sistem energi negara itu: pembangkit listrik tenaga nuklir.
Perusahaan listrik milik negara, Électricité de France atau EDF, menghentikan sementara tiga reaktor nuklir pada Ahad (12/7/2026). Delapan reaktor lain sempat beroperasi dengan daya lebih rendah karena suhu sungai yang digunakan dalam sistem pendinginan terus meningkat.
Tiga unit yang dihentikan adalah reaktor nomor dua di Golfech, Departemen Tarn-et-Garonne; reaktor nomor tiga di Bugey, Departemen Ain; dan reaktor nomor dua di Chooz, Departemen Ardennes. Ketiganya masing-masing berada di tepi Sungai Garonne, Rhône, dan Meuse.
“Karena kondisi cuaca dan untuk mematuhi ketentuan mengenai pembuangan air pendingin, sekaligus melindungi lingkungan,” kata EDF kepada AFP, sebagaimana diberitakan Le Monde pada Ahad, 12 Juli 2026.
Penghentian itu bukan disebabkan kerusakan reaktor, kebocoran radioaktif, ataupun keadaan darurat keselamatan nuklir. Produksi dikurangi agar air yang dikembalikan ke sungai setelah digunakan dalam proses pendinginan tidak menaikkan suhu perairan melewati batas lingkungan yang telah ditetapkan.
Delapan Reaktor Sempat Mengurangi Daya
Selain tiga reaktor yang dihentikan, EDF melakukan apa yang disebut sebagai power adaptations atau penyesuaian daya pada sejumlah unit lain. Reaktor nomor satu dan dua di Saint-Alban, nomor satu dan tiga di Blayais, nomor empat dan lima di Bugey, serta nomor satu di Chooz tetap beroperasi, tetapi dengan produksi lebih rendah. Reaktor nomor tiga di Tricastin juga sempat menurunkan produksi pada Ahad sebelum kembali beroperasi normal pada sore hari.
Dengan demikian, angka delapan reaktor yang beroperasi dengan daya terbatas menggambarkan jumlah unit yang terkena penyesuaian pada suatu waktu sepanjang hari itu. Setelah Tricastin 3 kembali ke tingkat operasi normal, tujuh reaktor masih menjalani pembatasan daya.
Perbedaan waktu pembaruan data penting diperhatikan. Laporan Le Monde menyebut tiga reaktor dihentikan dan delapan lainnya beroperasi dengan daya lebih rendah. Sementara itu, laporan operasional lebih rinci La Tribune pada Ahad, 12 Juli 2026, mencatat tujuh reaktor masih dibatasi setelah Tricastin 3 kembali normal.
Prancis mengoperasikan 57 reaktor nuklir. Pembangkit-pembangkit tersebut menghasilkan sekitar 68 hingga 70 persen listrik negara itu, sehingga gangguan pada beberapa unit sekaligus dapat memengaruhi kapasitas ekspor dan harga listrik regional meskipun belum tentu mengancam pasokan dalam negeri.

2 minggu yang lalu
12







English (US) ·
Indonesian (ID) ·