Selat Hormuz Diblokade AS, Iran Ubah Rute Dagang Alternatif

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mulai mengubah rute alternatif baru untuk ekspor minyak dan impor barang-barang dari luar negeri saat Selat Hormuz diblokade Amerika Serikat.

Salah satu rute yang kini diincar Teheran adalah jalur di Laut Kaspia, salah satu pintu gerbang Iran menuju dunia luar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Blokade AS berlanjut setelah tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz selama tujuh hari ditolak Presiden AS Donald Trump.

Iran terus melakukan penyesuaian dalam hal ekspor minyak dan impor barang-barang kebutuhan pokok di tengah perang dengan AS yang belum kunjung selesai.

Salah satunya dengan menjadikan Laut Kaspia sebagai jalur alternatif. Namun, menurut para ahli, perdagangan maritim melalui Laut Kaspia memiliki tantangan logistik tersendiri.

[Gambas:Video CNN]

Laut Kaspia, perairan yang dikelilingi daratan terbesar di dunia, dimiliki bersama oleh Iran, Rusia, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Turkmenistan. Aktivitas pelayaran di laut ini semakin terkendala oleh penurunan permukaan air dalam beberapa tahun terakhir.

Pada April, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) Inger Andersen menyatakan bahwa permukaan air Laut Kaspia telah turun sekitar 2 meter sejak tahun 1990-an. Permukaan air laut diproyeksikan akan menyusut lagi sebesar 8 hingga 21 meter menjelang akhir abad ini, dikutip dari Al Jazeera.

Direktur Jenderal Kantor Perlindungan Ekosistem Pesisir dan Laut di bawah Departemen Lingkungan Hidup Iran, Shahram Fadakar mengatakan kepada media setempat pekan lalu bahwa permukaan air telah turun lebih dari 20 cm setiap tahunnya selama dua hingga tiga tahun terakhir. Hal ini dapat berdampak pada perdagangan antarnegara di kawasan Kaspia, termasuk Iran.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pelayaran Iran, Masoud Polmeh bulan ini mengatakan kepada media yang berafiliasi dengan pemerintah bahwa pelabuhan-pelabuhan Iran di wilayah utara sebelumnya mampu melayani kapal dengan bobot hingga 6.000 ton. Akibat penurunan permukaan air, pelabuhan-pelabuhan tersebut kini hanya dapat melayani kapal berbobot 4.000 ton.

Kapal-kapal Iran yang memasuki Laut Kaspia melalui Sungai Volga di Rusia sempat terjebak akibat rendahnya permukaan air. Terkadang kapal-kapal itu tertahan diam selama berhari-hari hingga berminggu-minggu sebelum awak kapalnya diselamatkan.

"Untungnya, hal itu tidak terjadi di pelabuhan-pelabuhan kami," kata Polmeh.

(bac/bac)

Baca Artikel Selengkapnya