Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga dilaporkan bertemu pejabat dari 10 negara saat melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab dan bertemu Presiden Mohammed bin Zayed (MBZ).
Media televisi Israel, Channel 14, yang dikutip Anadolu Agency pada Rabu (30/9) melaporkan pertemuan tersebut berlangsung dua tahap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber UEA yang familiar dengan momen ini mengatakan tahap pertama melibatkan pertemuan Netanyahu dan MBZ. Sesi kedua, kata dia, mencakup perwakilan dari Amerika Serikat, Arab Saudi, Maroko, Mesir, Kuwait, Bahrain, Libya, dan Oman.
Namun, hingga kini negara-negara itu belum memberi keterangan resmi soal pertemuan yang dimaksud.
Lebih lanjut, sumber tersebut menjelaskan pertemuan ini fokus pada penguatan kerja sama keamanan dan intelijen antara Israel dan UEA serta pembentukan kerangka pertahanan regional terhadap "ancaman bersama."
Dalam pertemuan itu, mereka juga membahas langkah-langkah terkait Iran, milisi penguasa Yaman Houthi, bantuan intelijen dan keamanan ke Arab Saudi, hingga kemungkinan pembentukan aliansi regional baru.
Para peserta juga dilaporkan membahas kemungkinan untuk membangun jalur transportasi minyak yang menghindari Selat Hormuz.
Sebelumnya beredar rumor Netanyahu diam-diam ke UEA dan bertemu MBZ pada akhir pekan lalu di tengah perang AS vs Iran dan kontroversi informasi intelijen yang bocor soal serangan dadakan Hamas pada Oktober 2023.
Dalam laporan yang beredar MBZ sempat mewanti-wanti Netanyahu soal serangan dadakan itu, tetapi PM Israel ini disebut mengabaikan peringatan.
Di pertemuan terbaru itu, Netanyahu bahkan dilaporkan meminta MBZ untuk mengabaikan berita yang beredar soal pengabaian peringatan.
Usai menjadi perbincangan, UEA dan Israel mengonfirmasi pertemuan Netanyahu-MBZ di Abu Dhabi. Dalam pernyataan resmi, kedua orang itu dilaporkan hanya membahas kerja sama antar negara.
"Selama pertemuan, kedua pihak membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta cara memperkuat dan mengembangkan," demikian laporan Kantor Berita UEA, WAM, pada Senin (28/9) dikutip Al Jazeera.
(isa/bac)

35 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·