Sebanyak 42 UKM di Papan Akselerasi BEI himpun Rp2 triliun lewat IPO

8 jam yang lalu 16

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 42 emiten skala Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mencatatkan saham di Papan Akselerasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut berhasil menghimpun dana mencapai Rp2 triliun melalui aksi Initial Public Offering (IPO).

Data itu disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bagus Rachman yang menyebut mendapatkan laporan dari Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta, Senin.

"Tadi sampaikan Pak Dirut (Jeffrey Hendrik), sudah ada satu dari 43 (UKM) yang naik ke Papan Pengembangan, kita harapkan jadi Papan Utama. Dan Papan Akselerasi ini ada 42 perusahaan yang sudah emiten, ini bisa mendapatkan pembiayaan permodalan dari investor itu, totalnya Rp2 triliun,” ujar Bagus Rachman.

Saat ini, ia mengatakan BEI bersama Kementerian UMKM tengah menjalankan program coaching clinic (klinik pelatihan) terhadap sebanyak 23 UKM untuk membimbing mereka dapat melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia .

BEI pun optimistis sebanyak 23 UKM tersebut dapat melantai di pasar modal Indonesia pada tahun depan.

Selanjutnya, BEI bersama Kementerian UMKM juga menyiapkan sekitar 200 UKM untuk mengikuti program Go Public Academy for SMEs guna memperkuat kesiapan mereka mengakses pendanaan melalui pasar modal.

Jeffrey Hendrik menjelaskan, capaian itu menunjukkan potensi pasar modal sebagai alternatif sumber pendanaan bagi pelaku usaha, khususnya perusahaan skala menengah, untuk mengembangkan bisnis dan meningkatkan daya saing.

Ia menyampaikan bahwa pasar modal memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan dunia usaha, terutama dalam mengatasi keterbatasan akses pendanaan yang kerap dihadapi UKM.

"Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO, tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Jeffrey.

BEI menilai potensi pasar modal Indonesia masih terbuka luas, didukung oleh sebanyak 33,4 juta investor dan 962 perusahaan tercatat.

Dalam kesempatan itu, BEI mengembangkan empat inisiatif strategis, diantaranya kerja sama dengan Kementerian UMKM, PT Surveyor Indonesia, peluncuran National GoPublic Academy for Small Medium Enterprises, serta penguatan manfaat bagi perusahaan tercatat melalui kajian insentif perpajakan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, BEI berharap semakin banyak perusahaan skala menengah yang mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan keberlanjutan bisnis.

BEI menargetkan perusahaan-perusahaan nasional dapat berkembang dari pemain lokal menjadi perusahaan berskala nasional hingga mampu bersaing di tingkat global.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya