Dampak serangan Rusia ke Kyiv (Ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, KYIV — Serangan Rusia ke Kyiv dan wilayah sekitarnya menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak-anak, demikian disampaikan para pejabat Ukraina. Moskow terus melanjutkan pemboman selama berpekan-pekan di ibu kota Ukraina tersebut.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan, rentetan serangan pada Rabu (1/10/2026) dini hari waktu setempat menargetkan fasilitas energi, merusak jaringan listrik, serta mengganggu pasokan listrik di dalam dan sekitar ibu kota Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pasukannya telah memukul infrastruktur listrik di wilayah Kyiv, seperti dilaporkan Al Jazeera.
DTEK, perusahaan energi swasta utama Ukraina, menyatakan para petugas telah memulihkan pasokan listrik ke sekitar 8.000 rumah tangga pascaledakan. Perusahaan tersebut menambahkan, kerusakan pada bagian jaringan listrik semakin menambah beban pada sistem energi yang telah berulang kali dihantam selama perang.
Kyiv berada dalam status siaga udara sepanjang malam saat rudal dan nirawak (drone) mendekati kota. Pejabat Ukraina melaporkan kerusakan pada rumah warga, tempat usaha, gudang, hingga kendaraan.
Pejabat Kyiv melaporkan tiga kematian di ibu kota, sementara layanan darurat mengonfirmasi seorang anak tewas di wilayah pinggiran. Zelenskyy menambahkan bahwa infrastruktur kritis di wilayah Zhytomyr, Mykolaiv, Kirovohrad, dan Rivne juga turut diserang.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan operasi malam hari tersebut menggunakan kombinasi rudal dan drone. Serangan diarahkan ke fasilitas energi di wilayah Kyiv yang diklaim terhubung dengan produksi militer Ukraina. Moskow juga mengklaim telah memukul fasilitas komunikasi di Kyiv dan infrastruktur pelabuhan di kota selatan Izmail.

18 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·