Rupiah melemah dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga Fed

19 menit yang lalu 2
Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, bergerak melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.997 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.978 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

“Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan imbal hasil obligasi AS yang terus meningkat,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Mengutip Xinhua, pasar investor menduga adanya peningkatan ekspektasi mengenai pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Menurut data CME FedWatch, para pelaku pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 70 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin lagi pada pertemuan The Fed tanggal 28 Oktober. Langkah ini menyusul kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2023 yang dilakukan bank sentral tersebut pada 16 September, yang menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75 persen hingga 4 persen.

Lukman menganggap kenaikan ekspektasi ini dipengaruhi sikap Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal terbaru Iran yang disampaikan kepada Washington dalam negosiasi tidak langsung di New York pekan ini, sebagaimana laporan Anadolu.

Teheran mengusulkan pembukaan kembali jalur perairan strategis tersebut dan dimulainya kembali pembicaraan nuklir dalam waktu satu minggu, sebagai imbalan atas pencabutan blokade angkatan laut oleh Washington, penghapusan sanksi terhadap penjualan minyak Iran, dan pemulihan gencatan senjata di seluruh kawasan. Namun, AS justru sedang mempertimbangkan serangan baru usai pemilihan umum sela di AS pada bulan November 2026.

“Investor juga cenderung berhati-hati dalam pekan yang padat data dengan ekonomi penting, dengan traders menantikan rilis data pekerjaan AS Jolts (Job Openings and Labor Turnover Survey) malam ini. Jolts diperkirakan akan menunjukkan 7,24 juta lowongan pekerjaan, sedikit lebih rendah dari 7,27 juta bulan lalu,” ujar Lukman.

Baca juga: Rupiah pada Selasa pagi melemah jadi Rp17.997 per dolar AS

Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi eskalasi konflik antara Iran dengan AS

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya