Rupiah melemah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat

1 jam yang lalu 2
Sebagian mengambil sikap hawkish, sebagian lainnya masih memiliki ruang pelonggaran dengan mempertahankan posisi suku bunga acuan

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin bergerak melemah 89 poin atau 0,50 persen menjadi Rp17.847 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.758 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan rupiah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat.

“Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah kelompok (Ansarullah) Houthi Yaman menyatakan telah menyerang lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone), serta menyerang fasilitas Aramco di kota Yanbu yang terletak di tepi Laut Merah dan merupakan pusat utama ekspor minyak,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Serangan Ansarullah Yaman terhadap jalur pipa Timur-Barat milik Saudi Aramco telah mendorong perusahaan energi negara tersebut untuk meningkatkan ekspor melalui Selat Hormuz pada bulan ini dan bulan depan, setelah sempat menghentikan sebagian pengiriman melalui Yanbu.

Melihat sentimen domestik, pasar disebut akan mencermati keputusan Bank Indonesia di tengah dinamika nilai tukar rupiah, inflasi, serta kebijakan bank sentral global yang terfragmentasi.

“Sebagian mengambil sikap hawkish, sebagian lainnya masih memiliki ruang pelonggaran dengan mempertahankan posisi suku bunga acuan. Namun, melihat situasi inflasi global yang tinggi, kemungkinan gubernur Bank Indonesia dalam rapat di hari Rabu (23/9) akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps (basis points),” ungkap Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.813 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.745 per dolar AS.

Baca juga: BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik

Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya