Jakarta, NU Online
Kemenangan Abdul El-Sayed dalam Pemilihan Pendahuluan (Primary Election) Senat Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat memicu berbagai respons dari para politisi senior Partai Republik Amerika Serikat, Kamis (6/8/2026).
Wali kota New York Zohran Mamdani mengapresiasi keberhasilan Abdul El-Sayed tersebut. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan bukti nyata dari efektivitas gagasan serta kerja keras kampanye berbasis komunitas yang ia jalankan di lapangan.
"Ketika Anda menghadapi $60 juta dana kampanye dari pihak luar, Anda menghadapi sesuatu yang terasa seperti surround sound di seluruh negara bagian, di mana orang-orang mendengarkan pesan tentang Anda berulang-ulang kali. Dan memenangkan persaingan ini sebagai seseorang yang tidak sedang memegang jabatan publik adalah bukti dari gagasan yang ia usung serta caranya menjalankan kampanye," ujar Mamdani dalam sebuah Konferensi Pers, dikutip dari DWS News, Kamis (6/8/2026).
Sosok yang merupakan Politikus Demokrat tersebut juga menyoroti intensitas kampanye El-Sayed yang menggelar lebih dari 500 kegiatan tatap muka bersama warga di seluruh wilayah Michigan. Ia menilai bahwa pendekatan langsung tersebut merupakan model kerja politik yang dibutuhkan untuk mengamankan kemenangan pada Pemilihan Umum November mendatang.
"Saya sungguh memberi hormat kepadanya dan tim yang ia bangun. Saya pikir slogan 'Get money out of politics, put money in pockets, pass Medicare for All' (Hentikan politik uang, tebalkan dompet rakyat, wujudkan jaminan kesehatan untuk semua) adalah pesan yang bahkan warga New York pun bisa pahami," pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru melontarkan serangan tajam terhadap El-Sayed. Trump secara terbuka meragukan keakuratan hasil jajak pendapat yang mengunggulkan figur progresif tersebut.
Trump bahkan mengkritik keras latar belakang dan posisi politik El-Sayed. Ia menuding El-Sayed menyimpan prasangka terhadap kelompok tertentu di tengah dinamika isu geopolitik yang memanas.
"Hasil survei salah lagi tadi malam, ketika mereka mengira itu akan menjadi kemenangan telak bagi seorang pembenci Yahudi dan pembenci Israel. Orang ini membenci Yahudi. Ada yang bilang, 'Oh, itu terlalu keras.' Tidak, dia membenci Yahudi, dan dia membenci Israel," ujar Trump, dikutip NU Online dari Youtube Al-Jazeera English, Kamis (6/8/2026).
Trump juga menilai bahwa narasi persatuan serta pesan toleransi yang dibawa El-Sayed selama berkampanye hanyalah pencitraan politik. Menurut Trump, karakter dan agenda politik El-Sayed yang sebenarnya baru akan terungkap apabila ia resmi terpilih dan menduduki jabatan publik.
"Abdul El-Sayed, pria yang sangat manis. Dia adalah pria yang penuh kebencian. Dan sekarang dia berkeliling dan berkata, 'Tidak, saya mencintai semua orang.' Dia tidak mencintai semua orang. Tempatkan dia di jabatan publik, Anda akan tahu apa yang dia cintai," tutur Trump.
Ia menyebut El-Sayed berpura-pura merangkul semua pihak demi mengamankan simpati para pemilih di Michigan. Trump mengklaim bahwa komitmen El-Sayed terhadap keberagaman tidak mencerminkan pandangan pribadinya yang sesungguhnya.
"Dia tidak mencintai Israel, dia tidak mencintai orang Yahudi. Dia membenci mereka dengan gairah yang membara di hatinya, dan tidak ada satu hal pun yang bisa dia lakukan untuk mengubahnya," pungkas Trump.
Senada, Wakil Presiden AS JD Vance turut memberikan tanggapan mengenai kemenangan Abdul El-Sayed tersebut. Vance menyoroti kekhawatirannya terhadap potensi perubahan kepemimpinan di masa mendatang yang dapat memengaruhi keberlanjutan program pemerintah saat ini.
"Kami tidak menginginkan pemerintahan berikutnya. Siapa pun itu. Ya Tuhan, jangan sampai terjadi, kita dipimpin oleh Presiden El-Sayed dalam tiga tahun ke depan," ujar Vance, dikutip NU Online dari Al-Arabiya English, Kamis (6/8/2026).
Ia menegaskan pentingnya menjaga berbagai pencapaian penegakan hukum dan efisiensi anggaran yang telah diraih agar tidak dianulir oleh rezim selanjutnya.
"Kami tidak ingin dia membatalkan semua pekerjaan luar biasa yang telah kita lakukan saat kita menindak para penipu dan menghemat uang rakyat Amerika," tegasnya.
Melansir Muslim News, El-Sayed mengusung jargon politik "Get money out of politics, put money in pockets, pass Medicare for All" dalam kampanyenya. Ia menegaskan komitmennya untuk mengalihkan pemanfaatan uang pajak rakyat AS agar lebih berfokus pada pembangunan dalam negeri ketimbang mendanai konflik di luar negeri.
"Kami ingin mempertahankan uang pajak kita di sini untuk berinvestasi pada sekolah, infrastruktur, dan layanan kesehatan, alih-alih mengirimkannya ke luar negeri untuk menjatuhkan bom, melakukan genosida, apartheid, dan berperang di sana," ungkapnya dikutip NU Online dari Muslim News, Rabu (5/8/2026).
Ia berpendapat bahwa anggaran negara seharusnya diprioritaskan untuk sektor-sektor vital yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, seperti pendidikan, infrastruktur, dan layanan kesehatan.
Kampanye El-Sayed tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat Michigan, namun justru memicu respons tajam dari Presiden AS beserta Wakilnya.

1 jam yang lalu
4




English (US) ·
Indonesian (ID) ·