Putin Pernah Dituduh Bikin Tesis Plagiat untuk Raih Gelar Doktoral

50 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Rusia Vladimir Putin pernah dituduh melakukan plagiarisme tesis dalam rangka meraih gelar doktoral di Institut Pertambangan Saint Petersburg pada medio 1990-an.

Tesis tersebut berjudul "Perencanaan Strategis Sumber Daya Regional di Bawah Pembentukan Hubungan Pasar."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar merupakan esai soal bagaimana suatu negara harus mengelola sumber daya alamnya.

Media Amerika Serikat Washingtin Times pada 2006 pernah melaporkan sebagian besar isis tesis ekonomi Putin diambil langsung dari buku teks manajemen AS yang diterbitkan 20 tahun sebelumnya dan diterjemahkan ke bahasa Rusia.

Pada 1990-an, Putin mengawasi hubungan ekonomi luar negeri Saint Petersburg. Namun, tak jelas apakah tesis itu hanya untuk mengesankan investor Barat agar membanjiri kota tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Peneliti senior di Brooking, Clifford Gaddy, mengatakan 16 dari 20 halaman bagian kedua utama tesis diambil dari terjemahan bahasa Rusia dengan judul buku "Perencanaan dan Kebijakan Strategis." Buku itu merupakan karya William Jing dan Dsvid Cleland, Profesor Universitas Pittsburgh.

Enam diagram dan tabel di tesis Putin juga dituduh meniru apa yang ada dalam buku tersebut.

"Semuanya bermuara pada plagiarisme," demikian laporan Washington Times mengutip Gaddy.

"Baik itu makalah kuliah, apalagi disertasi formal, tak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa ini adalah plagariasme," imbuh dia.

Biografi resmi Kremlin menyatakan Putin memperoleh gelar Ph.D. di bidang ekonomi pada 1997 dari Institut Pertambangan St. Petersburg. Namun, tak jelas kapan dia menulis tesis tersebut,.

Dalam tesis itu, Putin mengutip karya King-Cleland di antara 47 sumbernya, tetapi dia tidak menunjukkan paragraf dan halaman yang disalin.

"Seseorang telah mengambil jalan pintas, entah itu Bapak Putin atau siapa pun yang menyalin dan menempelkan karya tersebut untuknya," kata peneliti Brookings lain, Igor Danchenko.

Peniliti di American Foreign Policy Council, E Wayne Merry, mengatakan kredensial akademis yang meragukan adalah hal biasa di Eropa Timur dan khususnya di Jerman Timur, tempat Putin pernah bertugas sebagai agen intelijen.

"Sangat umum bagi seorang pejabat yang sedang naik daun untuk mendapatkan karya tulis bayangan untuk memperoleh gelar," kata dia ke Washington Times, yang dikutip Moscow Times.

"Mungkin masih menjadi pertanyaan terbuka apakah Putin bahkan membaca disertasinya sampai sesaat sebelum ia harus mempertahankannya."

(isa/bac)

Baca Artikel Selengkapnya