Presiden Paraguay Santiago Pena Mundur setelah Bank Terbesar Kolaps

31 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri setelah salah satu bank terbesar negara itu, Ueno, kolaps.

Ueno merupakan bank paling populer di Paraguay dengan hampir 60 persen populasi warga negara tersebut menjadi nasabah di bank itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ueno Bank ditutup pada tengah malam akibat krisis solvabilitas, yang menyebabkan jutaan nasabah tidak dapat mengakses uang mereka dan memicu sebuah skandal.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Presiden Republik. Keputusan ini saya ambil demi stabilitas negara, kedamaian sosial, serta kebutuhan untuk menjaga institusi-institusi publik kita," ujar Pena dalam sebuah pesan yang diunggah di media sosial, dikutip dari CNN.

Pena memilih mundur setelah para anggota Parlemen menuntutnya karena dinilai melakukan "pengabaian tugas yang serius dan sistematis" sehubungan dengan urusannya dengan bank tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Hari ini, prioritas saya hanya satu: ketenangan pikiran masyarakat Paraguay yang telah memercayakan tabungan mereka kepada sistem keuangan kita," kata Pena.

"Sejarah akan menilai dan mempertimbangkan peristiwa yang kita alami saat ini. Saya memohon maaf kepada masyarakat jika saya pernah mengecewakan mereka," ia menambahkan.

Pena mengajukan pengunduran diri di tengah perdebatan sengit parlemen mengenai usulan "pemberhentian dari jabatan" terhadap sang presiden. Sebanyak 35 anggota parlemen dari oposisi dan pembangkang partai berkuasa mengusulkan tuntutan itu dan disanggah oleh partai pemerintah di parlemen.

Tak lama setelah ia mengumumkan pengunduran dirinya, Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay secara bulat memutuskan untuk memulai proses pemakzulan. Senat nantinya akan menentukan apakah proses tersebut akan dilanjutkan atau tidak.

(bac)

Baca Artikel Selengkapnya