Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan menyampaikan pidato via video konferensi dalam Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9) usai visa dia ditolak Amerika Serikat.
Dalam situs resmi PBB, Abbas akan tampil di urutan keempat setelah Ghana. Di hari yang sama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga bakal menyampaikan pidato secara langsung di urutan ke-17.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadwal harian, 24 September, sesi pagi. Keempat Palestina (negara) yang terhormat Presiden Mahmoud Abbas," demikian jadwal di situs PBB.
Israel merupakan sekutu dekat Amerika Serikat dan Netanyahu punya hubungan yang baik dengan Presiden Donald Trump. Namun, sikap berbeda diterapkan untuk Palestina.
Ini kali kedua Abbas menyampaikan pidato secara virtual dengan alasan yang sama: visa ditolak AS.
Dalam rilis resmi, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan Otoritas Palestina dan organisasi-organisasi lain "gagal melakukan reformasi."
Mereka menuduh Palestina melanggar undang-undang AS seperti menargetkan Israel di organisasi-organisasi internasional, mendorong pengakuan sepihak terhadap negara Palestina, memberikan tunjangan kepada teroris, atau menggunakan kekerasan.
Sementara itu, Netanyahu tiba di AS pada Kamis pagi. Dia mendarat di bandara militer, New Jersey dan langsung menuju New York.
Sebelum terbang ke AS, Netanyahu sesumbar bakal membongkar kebusuhan Wali Kota New York, Zohran Mamdani.
"Anda (Mamdani) memalukan karena memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York," kata Netanyahu.
"Saya akan datang ke PBB, saya akan menyampaikan kebenaran tentang tentara-tentara kami yang heroik, dan saya akan menyampaikan kebenaran tentang Anda," lanjut dia.
(isa/rds)

1 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·