Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengusulkan dialog dengan Korea Utara, untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea yang telah berlangsung lama.
Lee menyampaikan usulan itu dalam pidatonya di upacara peringatan pembebasan Korea dari penjajahan Jepang (1910-1945).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih dalam keadaan perang karena konflik tahun 1950-1953, yang hanya berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.
"Mari kita kesampingkan niat untuk saling mengancam dan mulai lah diskusi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lama ini sebagai pihak-pihak yang terlibat langsung," kata Lee dalam pidatonya.
"Melalui langkah ini, kita juga mungkin dapat membahas langkah-langkah efektif untuk menghentikan kemajuan kemampuan nuklir Korut," imbuhnya seperti dikutip AFP.
Usulan Lee muncul usai Korut pekan ini mengecam latihan militer tahunan Korsel dan Amerika Serikat yang akan datang. Korut juga belakangan ini menunjukkan sikap kerasnya terhadap peningkatan kekuatan militer Jepang di pasifik.
Korut berulang kali telah menyatakan dirinya sebagai negara pemilik senjata nuklir yang statusnya "tidak dapat diubah", sejak Konferensi Tingkat Tinggi di Vietnam antara Kim Jong Un dan Donald Trump pada 2019 lalu gagal mewujudkan perdamaian.
Presiden Korsel Lee yang dikenal berhaluan lunak dibandingkan presiden sebelumnya, telah menawarkan pembicaraan tanpa syarat kepada Pyongyang.
Juli lalu, Menteri Unifikasi Korsel bahkan menyatakan pihaknya telah meninggalkan upaya yang menekan Korut untuk melucuti senjata nuklirnya.
Meski demikian Korut belum menanggapi tawaran berulang Lee, dan justru memperkuat hubungan militer dengan Rusia.
(dna)

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·