Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Ahmed Al Sharaa mengatakan Suriah kini bangkit dan mengecam Israel atas serangan udara mereka di Aleppo pada beberapa bulan lalu.
Al Sharaa menyampaikan pernyataan itu saat pidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Rabu (23/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu tahun lalu, saya berdiri di hadapan Anda untuk mewakili rakyat saya untuk pertama kalinya," kata dia dalam siaran langsung Sidang Majelis Umum dari YouTube PBB, Rabu.
Al Sharaa kemudian berujar, "Tahun lalu saya katakan Suriah telah kembali. Hari ini, saya bilang Suriah sedang bangkit."
Lebih lanjut, Al Sharaa mengatakan Suriah saat ini lebih baik karena sanksi sudah dicabut dan rekonstruksi mulai berjalan.
Suriah sedang membangun kembali institusi militer dan sipil, memerangi perdagangan narkoba, hingga membangun kemitraan internasional.
Di kesempatan itu, Al Sharaa juga mengecam serangan berlanjut oleh Israel ke Suriah.
Dia mengeklaim ada 500 serangan, lebih dari 1200 penyusupan, dan 300 penangkapan.
"Hal ini bertentangan dengan orientasi yang kita lihat di tingkat global. Ini mengingatkan kita pada era yang kita kira sudah lama berlalu."
Ia lantas menyerukan penarikan Israel dan komitmen terhadap perjanjian tahun 1974.
"Kami melawan upaya Israel untuk memaksakan fait accompli (situasi yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah). Kami menolak agresi mereka yang merusak perdamaian dan keamanan," ungkap Al Sharaa.
Kesempatan untuk perdamaian dan keamanan tersedia bagi mereka yang ingin hidup dalam perdamaian. Perdamaian yang adil, lanjut dia, menjunjung tinggi hak-hak semua orang.
Israel memang tercatat berulang kali menggempur Suriah. Pada Agustus lalu, mereka bahkan mengebom pangkalan udara di Aleppo, wilayah yang dekat Turki. Insiden ini membuat Damaskus dan Ankara murka.
(isa/rds)

57 menit yang lalu
3





English (US) ·
Indonesian (ID) ·