Sejumlah fasilitas publik dibakar massa aksi demonstrasi yang menentang kenaikan biaya hidup di Paris, Prancis, Sabtu (17/10/2026).
MOSKOW - Sekitar 250 ribu orang mengikuti demonstrasi di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu (7/11/2026). Data tersebut dilansir surat kabar Le Figaro yang mengutip data serikat pekerja kaum muda.
Sebelumnya, pemerintah Prancis memperkirakan hingga 170 ribu orang akan mengikuti aksi protes menentang kenaikan biaya hidup di seluruh negeri pada Sabtu, termasuk 60 ribu orang di Paris.
Aksi protes di Prancis bermula pada pertengahan September, ketika para pelajar sekolah menengah turun ke jalan di sejumlah pinggiran Kota Paris untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah. Aksi tersebut lalu berkembang menjadi demonstrasi massal di berbagai wilayah negara itu.
Sejumlah demonstrasi bahkan berujung ricuh, sehingga pemerintah meningkatkan pengamanan dan menahan ratusan orang. Demonstrasi terbesar berlangsung secara nasional pada 17 Oktober.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, sekitar 550 ribu orang mengikuti aksi tersebut. Dalam menangani demonstrasi, aparat keamanan Prancis menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk membubarkan massa.
Polisi terluka
sumber : Antara

53 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·