Praktik Eutanasia Suntik Mati Balita Pertama di Belanda

29 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang bayi berumur satu tahun di Belanda disuntik mati melalui praktik eutanasia pada tahun lalu.

Ini menjadi kali pertama eutanasia dilakukan kepada bayi sejak Belanda melegalkan praktik tersebut sehubungan dengan masalah kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Euronews, para pejabat Belanda mengungkapkan pada Juni lalu bahwa bayi berusia satu tahun telah meninggal dunia karena eutanasia, tanpa merinci lebih lanjut.

Awal bulan ini, laporan resmi pemerintah menyebutkan bahwa sang bayi lahir prematur dan mengidap sepsis, serta didiagnosa menderita kerusakan otak parah saat usia empat bulan. Sang bayi juga disebut menderita kondisi parah dari cerebral palsy dan belakangan didiagnosis epilepsi akut.

"Anak tersebut mengalami masalah pengeluaran dahak, yang menyebabkannya kesulitan melonggarkan dan mengeluarkan lendir dari paru-paru dan saluran pernapasan. Selain sesak napas, hal ini juga meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan secara signifikan," demikian laporan tersebut.

"Sepanjang hidup anak tersebut, tidak ada perkembangan atau peningkatan atas kondisinya," lanjut laporan itu. 

Laporan itu juga menyebutkan bahwa orang tua sang bayi telah meminta kepada dokter anak untuk mengakhiri hidup buah hati mereka ketika mendapati fakta bahwa sudah tak ada lagi harapan hidup baginya.

Belanda melegalkan eutanasia bagi anak-anak yang sakit parah di usia 1 hingga 12 tahun pada 2024.

[Gambas:Video CNN]

Belanda menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan praktik tersebut dengan aturan amat ketat pada 2002. Semua kasus eutanasia harus dilaporkan ke dewan peninjau medis.

Tahun lalu, Komite Peninjau Eutanasia Regional mencatat ada sebanyak 10.341 kematian karena bunuh diri dengan bantuan atau eutanasia di Belanda. Jumlah ini meningkat 3,8 persen dibandingkan tahun 2024.

(blq/dna)

Baca Artikel Selengkapnya