Jakarta, NU Online
Memasuki hari kelima pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8, posisi kapal yang tenggelam di perairan Kalimantan Selatan semakin bergeser dan masuk lebih dalam. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi tim SAR yang masih berupaya menemukan 129 orang yang belum diketahui keberadaannya.
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yudhi Bramantyo mengatakan posisi kapal telah bergeser sekitar 453 meter ke arah tenggara dari posisi awal. Kedalaman kapal yang semula 21 meter kini mencapai 29 meter.
"Kedalamannya bertambah, mulai hari kemarin sudah tidak kelihatan bawahnya. Sebelumnya itu 21 meter masih bisa terlihat, tapi dari kemarin itu sudah 29 meter kedalamannya," ujarnya dalam konferensi pers operasi SAR kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 Hari Kelima yang digelar secara daring pada Kamis (17/9/2026) malam.
Bramantyo mengatakan meski semakin dalam, badan kapal masih dapat dipantau dari udara maupun laut. Kondisi tersebut diketahui setelah tim evakuasi meninjau lokasi terakhir kapal menggunakan helikopter.
"Tadi siang saya meninjau lokasi posisi terakhir, kedalaman dan kemiringan kapal masih bisa terlihat dengan jelas body kapal yang tenggelam," ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa kondisi perairan di sekitar kapal masih jernih. Tidak ditemukan kebocoran yang berpotensi menimbulkan polusi, termasuk minyak dan oli.
Bramantyo mengatakan buoy marking dipasang untuk menandai lokasi kapal sekaligus memberi rambu kepada kapal lain agar berhati-hati ketika melintas di sekitar lokasi pencarian.
"Kita memasang Buoy Marking di sekitar area kapal untuk memperingatkan kapal-kapal yang melintas di sekitar agar tidak membahayakan untuk kegiatan kita berikutnya dan lalu lintas pelayaran," tuturnya.
Ia menyampaikan bahwa Basarnas juga akan mengangkat dan membalik bangkai kapal. Langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan pencarian dengan metode lain yang tidak dapat dilakukan secara maksimal. Cuaca yang tidak mendukung dan gelombang tinggi dapat membahayakan penyelam.
“Akan diambil langkah-langkah selanjutnya, kita akan digeser perlengkapan-perlengkapan dari Surabaya. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan lebih lanjut,” katanya.
Bramantyo menyampaikan bahwa memasuki hari keenam, Basarnas berharap kondisi gelombang laut bersahabat sehingga opsi penyelaman oleh tim ahli dapat dilakukan.
"Kita selalu berharap bisa segera menemukan para korban yang masih dalam pencarian," ujarnya.
Hingga Kamis (17/9/2026) pukul 19.00 WIB, Basarnas mencatat 114 korban telah ditemukan dan seluruhnya berhasil mendarat di Banjarmasin. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Sebanyak 129 orang masih belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di dalam KMP Virgo Transport 8.

1 jam yang lalu
1



English (US) ·
Indonesian (ID) ·