Jakarta, CNN Indonesia --
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menduga pesawat pribadi Learjet 60 yang jatuh di kawasan permukiman Palm Beach County, Florida, telah hancur di udara sebelum menghantam tanah dan meledak.
Kecelakaan tersebut menewaskan sembilan orang yang berada di dalam pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota NTSB, Tom Chapman, mengatakan penyelidik menemukan sejumlah bukti yang mengindikasikan bagian pesawat telah terlepas sebelum benturan dengan tanah.
"Kami memang memiliki beberapa bukti bahwa terjadi beberapa bagian pesawat yang hancur sebelum benturan," kata Chapman pada Senin (2/11), seperti dilaporkan Reuters.
"Kami mungkin menemukan bagian-bagian pesawat di beberapa tempat yang agak jauh dari lokasi benturan sebenarnya," lanjut Chapman.
Pesawat buatan Bombardier tersebut lepas landas dari Austin, Texas, dan dijadwalkan menuju Bahama. Namun, pesawat mengalami kecelakaan pada Minggu (1/11) di kawasan permukiman Palm Beach County.
Saat kejadian, wilayah tersebut dilanda hujan lebat dan badai petir. Chapman mengatakan "kondisi cuaca menjadi fokus utama penyelidikan" untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
Berdasarkan keterangan awal, pilot melaporkan ada es pada ketinggian 10.668 meter. Tidak lama kemudian, pilot melaporkan pesawat mengalami penurunan ketinggian dengan kecepatan 3.048 meter per menit.
Kecepatan penurunan tersebut kemudian meningkat drastis mencapai 6.705 meter per menit.
Menurut penyelidik, pesawat jet yang mengalami penurunan sangat cepat dapat mengalami kerusakan akibat tekanan fisik ekstrem. Kondisi tersebut memungkinkan pesawat hancur sebelum menghantam permukaan tanah.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan pesawat menghantam tanah di sisi jalan sebelum meledak.
Chapman mengatakan kecelakaan itu juga meninggalkan kawah besar di dekat pintu masuk taman rumah mobil (mobile home park). Sebagian kawasan tersebut tergenang air akibat badai hebat yang melanda wilayah itu.
Penyelidik juga memeriksa keberadaan perekam suara kokpit (CVR) untuk mengungkap komunikasi awak pesawat sebelum kecelakaan.
Berdasarkan catatan perawatan, perangkat tersebut terpasang di pesawat. Namun, NTSB belum memastikan apakah alat itu masih berada di dalam bangkai pesawat.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyoroti detik-detik terakhir penerbangan tersebut. Ia menyampaikan penghormatan kepada kopilot berusia 20 tahun yang disebut tetap menjalankan tugasnya dan berkomunikasi dengan pengendali lalu lintas udara hingga akhir penerbangan.
"Dia sedang menjalankan tugasnya, berkomunikasi dengan (pengendali lalu lintas udara) hingga akhir dalam situasi yang mengerikan," tulis Isaacman melalui unggahan di X.
"Dia mungkin sudah tahu sebelum banyak panggilan itu bahwa dia akan meninggal," lanjutnya.
Sementara itu, media TMZ mengidentifikasi para penumpang pesawat sebagai seorang pengusaha teknologi asal Texas beserta keluarganya, seorang pengasuh anak, dan dua teman dekat. Pesawat tersebut juga membawa dua pilot.
(bac/bac)

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·