Perekonomian Papua Barat Daya triwulan III tumbuh 2,57 persen

27 menit yang lalu 1
Sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi dari komponen pengeluaran ditopang kinerja konsumsi rumah tangga dengan andil 1,80 persen (yoy)

Manokwari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Provinsi Papua Barat Daya pada triwulan III-2026 mengalami pertumbuhan 2,57 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibanding periode yang sama pada 2025.

Kepala BPS Papua Barat Merry di Manokwari, Papua Barat, Jumat, mengatakan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Barat Daya atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp9,82 triliun pada triwulan III 2025 menjadi Rp10,17 triliun.

Sementara PDRB Papua Barat Daya atas harga konstan juga meningkat dari Rp6,47 triliun menjadi Rp6,63 triliun,” kata Merry.

Dia menjelaskan bahwa hampir seluruh lapangan usaha di wilayah Papua Barat Daya mengalami pertumbuhan positif terkecuali sektor jasa keuangan dan asuransi yang terkontraksi 1,47 persen (yoy) pada triwulan III 2026.

Pertumbuhan tertinggi disumbang oleh tiga lapangan usaha, yaitu akomodasi dan makanan minum 10,23 persen (yoy), disusul jasa pengadaan air bersih 8,85 persen (yoy), kemudian sektor jasa konstruksi 7,22 persen (yoy).

Selain itu, kata dia, peningkatan PDRB Papua Barat Daya juga ditopang oleh kinerja positif sebagian besar komponen pengeluaran, terkecuali ekspor barang dan jasa yang mengalami kontraksi sebesar 5,25 persen (yoy).

Konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi yaitu 8,03 persen (yoy), disusul pembentukan modal tetap bruto 6,66 persen (yoy), konsumsi LNPRT 4,47 persen (yoy), dan konsumsi rumah tangga 4,40 persen (yoy).

“Sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi dari komponen pengeluaran ditopang kinerja konsumsi rumah tangga dengan andil 1,80 persen (yoy),” ucap Merry.

Dia menyebut, secara kumulatif atau triwulan I sampai III 2026, perekonomian Papua Barat Daya tumbuh 3,18 persen (c-to-c) dengan PDRB atas harga berlaku tercatat sebanyak Rp30,45 triliun dan atas dasar harga konstan sekitar Rp19,89 triliun.

"Secara triwulan, ekonomi Papua Barat Daya juga tumbuh 0,23 persen (q-to-q) dibanding triwulan II tahun 2026,” kata Merry.

Baca juga: Bulog Manokwari siapkan 1.000 ton beras bantuan Oktober-Desember

Baca juga: Penyaluran dana transfer untuk Papua Barat Daya capai Rp3,89 triliun

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya