Jakarta (ANTARA) - Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak melemah tertekan oleh kombinasi sentimen dari tingkat global maupun domestik.
IHSG tercatat melemah 117,98 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.975,78 pada penutupan perdagangan sesi I di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (12/10) hari ini.
“Pelemahan IHSG hari ini perlu dilihat dari kombinasi sentimen eksternal dan domestik,” ujar Elandry saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Senin.
Dari global, Elandry mengatakan pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, pergerakan yield US Treasury, serta risiko geopolitik yang memicu volatilitas pasar.
Sementara dari domestik, Ia menyebut tekanan terhadap Rupiah dan potensi berlanjutnya net foreign sell (aksi jual investor asing) telah membatasi pergerakan IHSG.
“Kondisi ini membuat investor cenderung lebih berhati-hati dan menurunkan risk appetite terhadap aset berisiko,” ujar Elandry.
Dalam jangka pendek, Elandry memproyeksikan IHSG masih berpotensi akan mengalami koreksi lanjutan, terutama apabila tekanan jual asing belum mereda dan indeks belum mampu membentuk area support yang kuat.
Namun demikian, menurutnya pelemahan pada perdagangan Senin (12/10) hari ini, belum tentu menjadi awal tren bearish berkepanjangan.
“Investor perlu mencermati perkembangan rupiah, aliran dana asing, serta kemampuan IHSG untuk stabil setelah tekanan jual mereda," ujar Elandry
Di tengah kondisi saat ini, Ia merekomendasikan untuk mencermati saham-saham sektor keuangan dan yang berhubungan dengan volatilitas harga minyak mentah dunia.
“Meski demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan valuasi, fundamental, dan level support masing-masing saham.,” ujar Elandry.
Di tengah kondisi volatilitas tinggi, Elandry mengingatkan bahwa strategi yang lebih prudent yaitu melakukan akumulasi secara bertahap dan tidak terburu-buru melakukan bottom fishing sebelum terhadap konfirmasi pembalikan arah.
Data penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Senin (12/10) hari ini, IHSG ditutup melemah 117,98 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.975,78. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 9,74 poin atau 1,62 persen ke posisi 591,93.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,04 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,39 miliar lembar saham senilai Rp6,40 triliun. Sebanyak 166 saham naik 562 saham menurun, dan 235 tidak bergerak nilainya.
Baca juga: IHSG berpotensi sideways di tengah pasar cermati perkembangan global
Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 15,56 poin ke posisi 6.109
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·