Pemerintah Palestina Inventarisasi Dampak Serangan Israel dan Kolonis di Nablus

2 jam yang lalu 2

Jakarta, NU Online

Delegasi tingkat menteri Palestina meninjau sejumlah kota dan desa di Kegubernuran Nablus, Tepi Barat, pada Ahad (2/8/2026), untuk menilai kerusakan akibat serangan pasukan pendudukan Israel dan pemukim Israel, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak.


Dikutip dari WAFA, kunjungan tersebut dilakukan atas arahan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa dan mencakup wilayah Beit Furik, Beit Dajan, Sarra, dan Tell.


Delegasi dipimpin Menteri Pemerintahan Daerah sekaligus Ketua Komite Menteri Urusan Darurat Sami Hijjawi. Turut serta Menteri Dalam Negeri Ziad Hab al-Reeh, Menteri Pembangunan Sosial Samah Hamad, Menteri Transportasi dan Komunikasi Mohammad Farouq al-Ahmad, Gubernur Nablus Ghassan Daghlas, pejabat dari sejumlah kementerian, perwakilan Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok, serta pemerintah daerah setempat.


Dalam pertemuan dengan warga, Hijjawi menyampaikan salam dari Perdana Menteri Mohammad Mustafa sekaligus mengapresiasi keteguhan masyarakat Palestina yang tetap bertahan di tengah meningkatnya serangan pasukan Israel dan pemukim Israel.


Ia menjelaskan Komite Menteri Urusan Darurat, yang dibentuk berdasarkan keputusan kabinet Palestina, terus memantau dampak serangan pemukim dan operasi militer Israel di kota, desa, serta kamp pengungsi melalui komite teknis yang dibentuk khusus.


Menurut Hijjawi, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah Palestina untuk mendukung masyarakat, memperkuat ketahanan mereka, serta memastikan bantuan yang dibutuhkan dapat segera disalurkan.


Ia juga menyoroti berbagai langkah pemerintah dalam membantu warga yang terpaksa mengungsi dari Kamp Pengungsi Nur Shams, Tulkarm, Jenin, dan sejumlah wilayah lain di Palestina, meskipun pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran dan tantangan keuangan yang berat.


Sementara itu, Gubernur Nablus Ghassan Daghlas mengatakan kunjungan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah Palestina, atas arahan Presiden Mahmoud Abbas, untuk turun langsung menemui masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, serta berupaya memenuhi berbagai kebutuhan sesuai prioritas dan kemampuan yang tersedia.


Selama kunjungan, delegasi menerima berbagai aspirasi masyarakat, di antaranya pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, dukungan bagi sektor pertanian, penyediaan layanan air bersih dan listrik, percepatan penerbitan izin bangunan, penyelesaian pembangunan gedung serbaguna di Beit Dajan, pemulihan rumah dan properti yang rusak akibat serangan, hingga rehabilitasi lahan pertanian yang diratakan buldoser Israel.


Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Hijjawi mengatakan Kementerian Pemerintahan Daerah akan segera meninjau permohonan izin pembangunan di wilayah yang dikunjungi dengan mempertimbangkan kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.


Di sisi lain, Menteri Transportasi dan Komunikasi Mohammad Farouq al-Ahmad menginstruksikan kantor kementeriannya di Nablus untuk mempermudah penerbitan izin traktor pertanian secara gratis bagi petani di Beit Furik sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian.


Ia juga meminta Pemerintah Kota Sarra mempercepat pembentukan tim relawan pertahanan sipil, memberikan pelatihan kepada para anggotanya, serta melengkapi mereka dengan peralatan yang diperlukan untuk menghadapi situasi darurat.


Al-Ahmad menegaskan kementerian dan lembaga terkait akan terus memberikan dukungan kepada kota-kota dan desa-desa tersebut sesuai dengan rencana kerja serta skala prioritas pemerintah Palestina.

Baca Artikel Selengkapnya