Semarang, NU Online
NU Care-LAZISNU PBNU mendorong lahirnya kader Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki karakter, integritas, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kebencanaan. Upaya tersebut dilakukan melalui Training Manajemen Bencana yang digelar secara bertahap di sejumlah daerah.
Manajer Human Resources General Affairs (HRGA) NU Care-LAZISNU PBNU Dewi Rochmawati mengatakan, program tersebut dilaksanakan dalam empat angkatan atau batch. Batch pertama digelar di delapan titik, sedangkan angkatan kedua berlangsung di sejumlah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
“Program ini akan berlangsung selama empat angkatan. Kita sebutnya dengan batch. Batch pertama itu delapan titik, Jakarta, Bogor, Tangerang, Jogja, dan Karawang. Hari ini adalah angkatan kedua atau batch dua,” ujar Dewi Rochmawati diwawancarai NU Online di sela-sela Training Manajemen Bencana NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah batch ketiga di Pesantren Al-Asror, Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Ahad (20/9/2026).
.
Pihaknya mengatakan pada angkatan kedua, pelaksanaan di Jawa Tengah berlangsung di tiga titik dengan peserta yang berasal dari kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kegiatan berlanjut di Jawa Timur dengan titik pelaksanaan di Lamongan, Surabaya, dan Lumajang, serta di Bali di Denpasar dan Buleleng.
Dewi menjelaskan, peserta terbaik dari batch pertama dan kedua nantinya akan dijaring untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan di China dan dipersiapkan menjadi trainer.
Menurutnya, tujuan utama program tersebut bukan sekadar meningkatkan kemampuan individu dalam menghadapi bencana, tetapi juga mencetak kader NU yang mampu membangun kekuatan kolektif melalui NU Peduli.
“Jadi maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah mencetak kader NU, karena ini tidak bisa dilaksanakan secara individu. Ini harus dilaksanakan secara kolektif dan bersama-sama untuk menghasilkan sebuah kekuatan yang kita sebut dengan NU Peduli untuk menghadapi kesiapsiagaan kita terhadap bencana,” jelasnya.
Ia menambahkan, kader yang dibentuk melalui program tersebut diharapkan memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi bencana, baik dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun lingkungan di sekitarnya.
“Maksud dan tujuan ini adalah mencetak kader-kader NU yang berkualitas untuk siap dan siaga terhadap situasi bencana,” tegas Dewi.

4 jam yang lalu
2



English (US) ·
Indonesian (ID) ·