Jakarta, CNN Indonesia --
Pelaku penembakan di sekolah elite Debsirin, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand diduga mempelajari seluk beluk aksi penembakan massal dari hasil pencarian di internet.
Polisi menyatakan bahwa pelaku sempat mencari dan melihat situs-situs web terkait penembakan massal sebelum insiden tersebut terjadi pada Jumat (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menyita sembilan komputer atau perangkat elektronik dari rumah tersangka sebagai bagian dari penyelidikan atas serangan hari Jumat itu, yang menewaskan sedikitnya tiga siswa dan tiga guru.
Pelaku sendiri tewas diduga akibat bunuh diri setelah menjalani aksi brutalnya melakukan penembakan.
Pelaku juga diduga membunuh kakek dan neneknya di rumah sebelum melancarkan aksi penembakan.
Polisi menyatakan bahwa nenek dan kakek dari remaja pelaku penembakan kemudian ditemukan tewas di rumah mereka, tempat pelaku juga tinggal.
Mereka diduga tewas sebelum pelaku melancarkan aksi penembakan brutal di sekolah tersebut.
Dengan demikian, tersangka penembakan sekolah di distrik Bang Kruai di provinsi Nonthaburi di Thailand menewaskan total delapan orang.
Pertama, dia menembak mati kakek dan neneknya, menggunakan pistol kakeknya, demikian keterangan pihak kepolisian nasional Thailand, dikutip dari the Guardian. Ia lalu pergi ke sekolahnya, Debsirin Nonthaburi di pinggiran Bangkok, dan membunuh tiga guru dan tiga siswa.
Komandan polisi provinsi Nonthaburi, Letkol Dechrapee Kongdee, membenarkan bahwa pelaku penembakan itu bunuh diri.
Pelaku merupakan seorang pelajar, menembakkan 26 butir peluru dan 34 butir amunisi lainnya ditemukan di tempat kejadian, kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Kongdee mengatakan kepada BBC, bahwa pelaku duduk di bangku kelas sembilan, biasanya berusia sekitar 14 tahun.
Kepolisian Thailand hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif pelaku melancarkan penembakan di sekolah yang menewaskan delapan orang.
(bac)

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·