OJK ajak generasi muda jadi duta literasi keuangan, waspadai penipuan

1 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak generasi muda menjadi duta literasi keuangan guna membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan digital serta mendorong pengelolaan keuangan yang lebih bijak.

"Saya harapkan dari adik-adik ini bisa kemudian menjadi duta. Duta literasi keuangan Indonesia," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono dalam keterangannya, Jakarta, Senin.

Dicky menyampaikan ajakannya ke generasi muda itu dalam acara Financial Healing 2026 bertema Cerdas Literasi Keuangan Digital Aman Bertransaksi, Bijak Berinvestasi di Jakarta, Sabtu (3/10), yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026.

Menurut dia, generasi muda yang akrab dengan teknologi tidak hanya dapat menjadi pengguna layanan keuangan digital, tetapi juga berperan meningkatkan pemahaman masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Baca juga: OJK tetapkan lima prioritas penguatan perbankan dalam RP3I 2026-2030

Peran tersebut semakin penting karena kemudahan transaksi digital turut diikuti beragam modus penipuan, mulai dari pesan yang meminta penerima mengunduh aplikasi atau file APK (instalasi aplikasi Android) tertentu, informasi palsu mengenai anggota keluarga yang membutuhkan bantuan, hingga transaksi yang berkaitan dengan pinjaman daring (Pinjol) ilegal.

"APK itu sebuah sistem yang bisa menarik data dari telepon seluler kita. Terakhir yang saya baru hari ini dapat, kita itu kadang-kadang sudah dikirimi uang masuk ke rekening, enggak tahu yang mengirim uang siapa? (ternyata) Pinjol ilegal," ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Dicky turut mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengeklik tautan, mengunduh aplikasi, maupun mengikuti instruksi dalam pesan sebelum memeriksa kebenaran dan sumber informasi.

Ia menyebut kerugian akibat penipuan atau scam mencapai sekitar Rp12 triliun dalam dua tahun.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya