Netanyahu Makin 'Loyo' Ditinggal Partai Ortodoks usai Pemilu Israel

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Posisi Perdana Menteri petahana Israel Benjamin Netanyahu disebut semakin melemah pascapemilu, setelah sebuah partai Yahudi ultra-Ortodoks menahan dukungannya untuk Netanyahu maupun rivalnya Gadi Eisenkot.

United Torah Judaism, salah satu dari dua partai utama yang mewakili pemilih Yahudi ultra-Ortodoks sekaligus sekutu lama Netanyahu dalam koalisi, memutuskan untuk tidak merekomendasikan kandidat mana pun untuk membentuk pemerintahan Israel. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, sebuah partai yang dipimpin oleh kelompok Arab menyatakan dukungannya kepada kubu Eisenkot.

Meski Eisenkot sejauh ini menolak untuk membentuk pemerintahan bersama dua partai yang dipimpin kelompok Arab, salah satu dari partai itu justru menyatakan dukungan ke Eisenkot. Sementara itu partai lainnya juga diperkirakan akan melakukan hal serupa.

Pemilu Israel yang digelar pada 27 Oktober lalu berakhir dengan kebuntuan, setelah Netanyahu maupun Eisenkot tidak berhasil mengamankan mayoritas mayoritas kursi di parlemen.

Berdasarkan hasil itu, Presiden Israel Isaac Herzog kini akan memanggil Netanyahu dan Eisenkot, guna memutuskan siapa di antara keduanya yang akan ditunjuk untuk membentuk pemerintahan. Herzog juga telah memanggil partai-partai lain yang lebih kecil, untuk berkonsultasi.

Hergoz memiliki waktu hingga 11 November untuk mengambil keputusan. Sementara itu Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri dalam pemerintahan sementara, sampai koalisi baru terbentuk atau pemilu berikutnya jika tidak ada kandidat yang berhasil membentuk pemerintahan.

Herzog sebelumnya telah menyerukan kepada semua partai untuk berupaya semaksimal mungkin guna menghindari penyelenggaraan pemilu ulang.

"Siapa pun yang berpikiran jernih hanya perlu melihat tantangan keamanan dan diplomatik di hadapan kita, perubahan kawasan di sekitar kita, serta mengingat berbagai persoalan yang memecah belah kita dari dalam, untuk memahami bahwa tanggung jawab yang sangat besar kini berada di pundak kita," ujar Herzog.

Partai Likud yang dipimpin Netanyahu meraih kursi terbanyak dibandingkan partai tunggal lainnya. Likud meraih 27 kursi di parlemen Knesset yang beranggotakan 120 kursi.

Namun, koalisi religius-nasionalis yang lebih luas di bawah Netanyahu hanya mengumpulkan total 53 kursi.

Koalisi anti-Netanyahu yang dipimpin Eisenkot yang terdiri dari empat partai, hanya memperoleh total 48 kursi. Sementara itu dua partai yang mewakili kelompok minoritas Arab di Israel berhasil meraih 19 kursi.

[Gambas:Video CNN]

(dna)

Baca Artikel Selengkapnya