Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan diam-diam ke Uni Emirat Arab dan bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Kantor berita resmi UEA, WAM, kemudian mengonfirmasi kunjungan Netanyahu yang berlangsung pada pekan lalu itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama pertemuan, kedua pihak membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta cara memperkuat dan mengembangkan," demikian laporan WAM pada Senin (28/9, dikutip Al Jazeera.
Kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA pertama kali dilaporkan oleh saluran televisi Israel, Channel 12.
Kunjungan tersebut juga berlangsung usai media Israel Haaretz pada awal bulan ini melaporkan MBZ berbicara dengan Netanyahu melalui telepon untuk mewanti-wanti ancaman yang dibuat pemimpin Hamas saat itu, Yahya Sinwar, 10 hari sebelum serangan dadakan.
UEA dan Israel punya hubungan diplomatik usai mereka menandatangani Kesepakatan Abraham yang dimediasi Amerika Serikat pada 2020. Sehingga tak jadi soal, MBZ berkomunikasi dengan Netanyahu.
Israel bahkan dilaporkan telah mengerahkan baterai pertahanan udara Iron Dome dan personel ke UEA untuk membantu mempertahankan diri dari potensi serangan Iran.
Menurut laporan media itu, MBZ juga sudah memberi tahu badan intelijen Israel, Shin Bet. Namun, kantor PM membantah Netanyahu telah menerima informasi sebelum serangan.
Serangan dadakan itu kemudian memicu agresi brutal Israel ke Palestina pada Oktober 2023 dan berlangsung lebih dari dua tahun.
Tuduhan Netanyahu mengabaikan peringatan MBZ juga muncul saat dia berupaya mengamankan posisinya dalam pemilihan umum bulan depan. Ia tertinggal dalam jajak pendapat dan menghadapi lawan sengit, eks kepala militer Gadi Eisenkot.
(isa/bac)

41 menit yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·