Napi Perempuan AS Selamat dari Eksekusi Suntik Mati, Kondisi Kritis

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat punya sederet cara untuk mengeksekusi narapidana yang divonis mati, salah satunya suntik mati (lethal injection).

Negara bagian Tennesse mulanya akan mencatat sejarah dengan menyuntik mati napi dalam 200 tahun terakhir. Tempat ini, tetap mencatat sejarah dengan cerita yang berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cerita itu bermula dari Christa Pike, narapidana yang dijatuhi hukuman mati karena kasus pembunuhan Colleen Slemmer pada 1995. Dia hendak disuntik mati pada Rabu (30/9) malam waktu setempat.

Pike tampak pasrah. Dia berbaring dan dalam kondisi terikat di tempat tidur. Petugas lalu menyuntikkan dua dosis pentabarbital yang mematikan ke tubuhnya. Namun, perempuan itu justru mendengkur keras. Dia masih hidup.

Orang-orang termasuk jurnalis yang menyaksikan hanya bisa saling pandang.

Sementara itu pengacara Pike, Randy Spivey, mengatakan Pike sedang dalam perawatan medis dan dalam kondisi kritis. Dia lantas meminta Gubernur Tennesse Bill Lee untuk meringankan hukuman kliennya.

"Dia telah menanggung hukuman lebih berat daripada siapa pun dalam sejarah hukuman mati Amerika," kata dia, dikutip CNN.

Kegagalan mengeksekusi Pike menimbulkan pertanyaan serius soal apa yang salah selama eksekusi berlangsung dan apa yang terjadi selanjutnya.

Menanggapi insiden ini, Lee mengumumkan bakal membatalkan eksekusi terakhir yang tersisa di Tennesse untuk tahun ini. Dia juga menginstruksikan pihak ketiga untuk meninjau apa yang terjadi dalam kasus Pike.

[Gambas:Video CNN]

"Gubernur sudah dengan tepat meminta penyelidikan. Kita perlu tahu apa yang terjadi," kata Kantor Jaksa Agung Tennesse, Jonathan Skrmetti.

Ini adalah perintah kedua selama masa jabatan Lee, yang pertama berlangsung pada 2022.

Kasus Pike adalah kesalahan terbaru negara bagian yang terus melanjutkan eksekusi meski dalam beberapa tahun terkahir mengalami masalah.

Melihat kasus berulang, gema penghentian eksekusi kembali menguar dari para kritikus. Mereka meminta Tennesse dan 27 negara bagian di AS setop melakukan hukuman mati terhadap narapidana.

"Negara bagian Tennessee menunjukkan kepada dunia bahwa mereka tak bisa dipercaya untuk menerapkan hukuman mati dengan cara yang menjaga martabat manusia dan supremasi hukum," kata Direktur eksekutif US Campaign to End the Death Penalty, Laura Porter.

"Ini harus dihentikan sekarang." imbuh dia.

(isa/bac)

Baca Artikel Selengkapnya