JAKARTA -- Amerika Serikat tengah menyiapkan kompleks fasilitas militer senilai lebih dari 1 miliar dolar AS untuk mendukung pengembangan dan pengujian operasional jet tempur generasi keenam F-47. Fasilitas yang akan dibangun di Pangkalan Udara Nellis, Nevada, tersebut mencakup hanggar pesawat, laboratorium sistem tempur, pusat simulator, hingga sarana pemeliharaan teknologi siluman, ketika Pentagon mempercepat persiapan menghadirkan pesawat tempur yang dirancang menggantikan F-22 Raptor.
Rencana itu terungkap melalui dokumen pengadaan Angkatan Udara Amerika Serikat yang diterbitkan pada 22 Oktober 2026 dan diperbarui empat hari kemudian. Dokumen tersebut memperlihatkan bagaimana Pentagon tidak hanya mengembangkan pesawat tempur baru, tetapi juga mulai mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menguji kemampuan, memelihara sistem, dan mengintegrasikan teknologi peperangan udara masa depan.
Air & Space Forces Magazine dalam laporan pada Senin (26/10/2026) menyebut proyek yang dinamai F-47 Future Campus itu diperkirakan menelan biaya sekitar 1,057 miliar dolar AS. Nilai tersebut mencakup pembangunan fasilitas, perancangan, cadangan biaya, pengamanan konstruksi, serta berbagai pengeluaran pendukung yang diperlukan untuk mempersiapkan kompleks pengujian F-47.
Aviation Week sebelumnya melaporkan pada 23 Oktober bahwa Angkatan Udara AS ingin mempercepat pembangunan fasilitas tersebut dengan metode pengadaan dan konstruksi bertahap. Infrastruktur utama ditargetkan selesai pada Maret 2031, sedangkan sejumlah fasilitas tambahan direncanakan menyusul hingga 2032.
Pembangunan itu menjadi petunjuk terbaru mengenai keseriusan Pentagon mempersiapkan pengoperasian F-47. Pesawat yang dikembangkan Boeing tersebut masih berada dalam tahap pengembangan rekayasa dan manufaktur, dengan penerbangan pertama ditargetkan berlangsung pada 2028 serta penempatan operasional awal direncanakan pada dekade 2030-an.
Namun, kompleks senilai 1 miliar dolar AS itu bukan pabrik tempat Boeing merakit F-47. Fasilitas di Nellis dirancang terutama untuk mendukung pengujian operasional militer, sedangkan kegiatan manufaktur pesawat Boeing berlangsung melalui infrastruktur industri perusahaan di kawasan St. Louis, Missouri.
Hanggar Raksasa dan Laboratorium Sistem Tempur
Dokumen pengadaan pemerintah Amerika bernomor FA8903-27-OT006 menjelaskan bahwa tahapan pembangunan awal difokuskan pada empat kelompok fasilitas utama. Angkatan Udara AS menghendaki proyek yang dapat dilaksanakan secara cepat sehingga fasilitas penting tersedia ketika program F-47 memasuki fase pengujian berikutnya.
Fasilitas pertama adalah hanggar gabungan operasi penerbangan dan pemeliharaan dengan luas sekitar 116.745 kaki persegi atau 10.846 meter persegi. Bangunan ini akan menggabungkan ruang penempatan pesawat, dukungan teknis, kegiatan pemeliharaan, serta fasilitas yang berkaitan langsung dengan operasi di jalur penerbangan.
Hanggar tersebut bukan sekadar bangunan untuk menyimpan pesawat ketika tidak digunakan. Dalam konteks pengujian jet tempur baru, fasilitas pemeliharaan dibutuhkan untuk memeriksa kondisi pesawat, menangani perubahan konfigurasi, mendukung pengujian sistem, dan memastikan kesiapan teknis sebelum penerbangan berikutnya.
Fasilitas kedua merupakan laboratorium pemrograman ulang sistem tempur dengan luas sekitar 39.200 kaki persegi atau 3.642 meter persegi. Laboratorium tersebut dirancang untuk mendukung pemeliharaan perangkat avionik, pembaruan perangkat lunak, pengolahan informasi, serta validasi data yang digunakan dalam pelaksanaan misi.
Menurut dokumen anggaran Angkatan Udara AS yang dikutip Air Data News, laboratorium itu akan mempunyai ruang bagi insinyur pemrograman, personel intelijen, petugas keamanan, tenaga teknologi informasi, dan pengelola data. Bangunan tersebut juga akan dilengkapi infrastruktur server dan fasilitas pendukung komputasi.
Keberadaan laboratorium tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan jet tempur modern semakin bergantung pada kemampuan mengelola informasi digital. Sensor, perangkat komunikasi, navigasi, dan sistem misi harus dapat diperbarui serta diuji agar pesawat mampu menghadapi perubahan ancaman selama masa operasionalnya.
Namun, belum ada rincian terbuka mengenai perangkat lunak atau kemampuan tempur spesifik F-47 yang nantinya akan diprogram ulang di laboratorium tersebut. Sebagian besar karakteristik teknis pesawat generasi keenam masih berada dalam kategori informasi yang tidak dipublikasikan pemerintah Amerika.
Fasilitas ketiga adalah pusat simulator seluas sekitar 40.903 kaki persegi atau 3.800 meter persegi. Kompleks tersebut dirancang memiliki empat ruang simulator dan area integrasi untuk menguji kemampuan F-47 bersama platform atau sistem militer lainnya.
Simulator memungkinkan pengujian berbagai skenario misi tanpa seluruh kegiatan harus dilaksanakan melalui penerbangan nyata. Dengan teknologi tersebut, personel dapat mempelajari kinerja sistem, mengembangkan prosedur operasi, dan mengevaluasi interaksi antarpesawat dalam lingkungan virtual yang dirancang menyerupai situasi operasional.
Angkatan Udara AS juga menyiapkan area parkir pesawat atau apron seluas sekitar 1,15 juta kaki persegi, setara kurang lebih 107 ribu meter persegi. Area yang akan dibangun di bagian timur Pangkalan Udara Nellis itu dilengkapi peneduh pesawat atau sunshades, serta jaringan utilitas dan sarana pendukung operasional.
Dengan demikian, investasi bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS tersebut tidak hanya diarahkan pada pembangunan satu hanggar besar. Pentagon sedang mempersiapkan kompleks yang menggabungkan infrastruktur fisik dengan kemampuan pengujian dan pengelolaan sistem tempur digital.
Fasilitas Khusus untuk Merawat Teknologi Siluman
Tahapan pembangunan berikutnya mencakup fasilitas yang lebih khusus, termasuk hanggar pemeliharaan sistem bahan bakar dan hanggar pengendalian korosi pada lapisan teknologi siluman. Pentagon juga merencanakan fasilitas pelatihan pemuatan persenjataan, pusat pemeliharaan terpadu, sarana pelatihan teknisi, dan fasilitas pendukung personel.
Salah satu bangunan yang direncanakan adalah low-observable corrosion control hangar, fasilitas yang berkaitan dengan pemeliharaan karakteristik pesawat agar sulit dideteksi radar. Infrastruktur semacam ini penting karena kemampuan siluman tidak hanya ditentukan oleh bentuk pesawat, tetapi juga kondisi material dan lapisan tertentu yang digunakan pada badan pesawat.
Teknologi siluman memerlukan standar pemeliharaan khusus untuk menjaga karakteristiknya sepanjang penggunaan operasional. Kerusakan pada permukaan maupun material penyerap radar dapat memerlukan pemeriksaan dan perbaikan sesuai prosedur teknis yang ditentukan.
Namun, keberadaan rencana fasilitas tersebut belum mengungkap komposisi material atau rancangan lapisan siluman yang akan digunakan F-47. Detail tersebut tetap menjadi bagian dari karakteristik pesawat yang belum dibuka kepada publik.
Fasilitas pelatihan pemuatan persenjataan juga memperlihatkan kebutuhan Angkatan Udara mempersiapkan prosedur pengoperasian senjata pada platform baru. Dalam pengujian pesawat tempur, petugas harus memahami tata cara penanganan dan pemasangan persenjataan sesuai rancangan teknis serta standar keselamatan yang berlaku.
Akan tetapi, dokumen pembangunan itu tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan jenis rudal, jumlah senjata, atau kapasitas muatan F-47. Konfigurasi persenjataan pesawat generasi keenam tersebut belum diungkap secara terperinci oleh Pentagon.
Angkatan Udara AS menempatkan fasilitas tambahan itu sebagai pekerjaan lanjutan yang masih bergantung pada keputusan dan mekanisme pengadaan berikutnya. Penyelesaian infrastruktur awal ditargetkan pada 2031, sedangkan sebagian sarana pendukung lanjutan direncanakan dapat diselesaikan hingga 2032.

47 menit yang lalu
4





English (US) ·
Indonesian (ID) ·