Militer Prancis puji kualitas dan kesiapan taktis pilot Rafale TNI AU

41 menit yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Angkatan Udara Prancis memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas dan kesiapsiagaan taktis para pilot Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) yang mengoperasikan jet tempur Rafale.

Pujian tersebut disampaikan Komandan Misi Pegase 2026, Mayor Jenderal Julien Sabene, saat berbicara kepada media di sela-sela latihan bersama di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa.

“Secara taktis mereka sangat hebat. Mereka paham dengan cepat, mereka terbang dengan cara yang sama seperti kami terbang, sehingga saya memiliki kepercayaan penuh pada kemampuan mereka untuk mencapai tingkat operasional penuh,” kata Sabene.

Sabene mengungkapkan beberapa pilot TNI AU yang sebelumnya telah dilatih di Prancis, bahkan mampu berkomunikasi dalam bahasa Prancis dengan sangat fasih, sehingga mempercepat pemahaman mengenai cara mengoperasikan jet tempur tersebut.

Terkait dengan pengembangan keahlian tingkat lanjut seperti pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling), Sabene menyampaikan bahwa proses tersebut sangat rumit dan harus dipelajari secara mendalam. Kendati demikian, dirinya meyakini para penerbang Indonesia tidak akan menemui kendala berarti.

“Jika mereka ingin melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara, itu bukan masalah besar bagi mereka. Ini hanya masalah mengalokasikan waktu dalam kurikulum pelatihan, dan kami sangat bersedia membantu memberikan keahlian kami," tegasnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama, salah seorang pilot Rafale, Kepala Seksi Operasi dan Latihan Wing Udara 3 Tempur Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Pnb Oliv Rizando, mengungkapkan terdapat sejumlah kualifikasi kemampuan yang wajib dipenuhi sebelum dapat mengoperasikan jet tempur asal Prancis tersebut.

Sejumlah kualifikasi tersebut di antaranya, penguasaan kemampuan untuk air-to-air atau pertempuran udara, dan juga air-to-surface untuk penyerangan dari udara ke darat.

Menurut Oliv, kemampuan avionik yang mutakhir dari Rafae mampu membuat jet tempur tersebut menangkap dan memancarkan emisi tertentu yang dapat meningkatkan situational awareness dari para penerbang pada saat melaksanakan misi penerbangan.

Di samping itu juga, Rafale juga memiliki sistem otomasi yang juga sangat baik, sehingga memungkinkan pesawat terbang sendiri dengan pemrograman yang telah dilakukan sebelumnya, yang memudahkan beban kerja dari para pilot.

Sedangkan misi utama dalam latihan bersama personil Prancis dalam misi Pegase 2026 adalah pelaksanaan air-to-air refulling, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan radius operasional dari Rafale.

“Main dari pada CASSARD yang kita laksanakan adalah air-to-air refueling. Kita melaksanakan engagement dengan pesawat KC MRTT dari French Air Force, yang mana ini adalah suatu kemampuan yang harus kita miliki untuk meningkatkan endurance dan radius of action dari pesawat tempur yang kita miliki,” kata Oliv.

Baca juga: Rafale dan A400M Prancis singgah di Halim dalam Misi Pegase 2026

Baca juga: Rafale dan A400M TNI AU flypast perdana di langit Istana Merdeka

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya