Menteri Perang Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth akan mengumumkan rencana untuk memangkas 20 persen posisi jenderal dan laksamana yang bertugas aktif sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk membatasi jumlah perwira tinggi dan memfokuskan kembali pendidikan militer. Angka pemangkasan itu dua kali lipat dari pengurangan tahun lalu.
Menurut pejabat Pentagon, Pete Hegseth akan memaparkan rencana pengurangan jumlah posisi bagi jenderal dan laksamana sebesar 20 persen dalam pidato di hadapan anggota militer AS pada 30 September 2026. Pengurangan itu akan melipatgandakan pemangkasan sebesar 10 persen pada posisi perwira tinggi (jenderal dan laksamana) yang diumumkan Pentagon tahun lalu.
Hegseth menyebut, upaya itu sebagai langkah "lebih sedikit jenderal, lebih banyak prajurit lapangan (GI)." "Ini bukan tindakan pemangkasan drastis yang bertujuan menghukum perwira tinggi," ujarnya dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial pada Mei 2025, seraya menggambarkan langkah tersebut sebagai "pengurangan yang bijaksana pada jajaran perwira tinggi."
Menurut para pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, berbagai matra angkatan bersenjata telah diperintahkan untuk merampungkan pengurangan terbaru paling lambat 1 Januari 2027. Fox News adalah pihak pertama yang melaporkan rencana tersebut.

18 menit yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·