Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang baru dilantik Arrmanatha Nassir punya harta kekayaan sekitar Rp16 miliar.
Pria yang akrab disapa Tata itu pernah melaporkan semua harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total harta kekayaan: Rp.16.269.281.934," demikian data dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Komisi (LHKPN) KPK, yang ditinjau, Kamis (1/10).
Tata mempunyai harta bergerak dan harta tidak bergerak. Ia mempunyai tanah dan bangunan senilai Rp11.799.524.000
Rinciannya tanah dan bangunan seluas 50 meter persegi/100 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, Rp500.000.000 serta tanah seluas 788 m persegi/210 m persegi di Kabupaten/Kota Bogor, Rp1.200.000.000.
Selain itu ada pula tanah Seluas 3.000 meter persegi di Kabupaten/Kota Bogor, Rp. 600.000.000, tanah seluas 1.722 meter persegi di Kabupaten/Kota Bogor, Rp. 344.400.000, dan tanah Seluas 2.500 meter di Kabupaten /Kota Bogor, hasil sendiri Rp. 75.000.000
Kemudian ada aset kendaraan senilai Rp1.786.450.000 meliputi motor Honda Scoppy Tahun 2014, hasil sendiri, Rp5.000.000; dan mobil land Rover Defender tahun 2015 hasil sendiri, Rp. 1.781.450.000.
Tata juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lain sejumlah 166.000.000, surat berharga, 2.033.310.555 kas dan setara kas 483.997.379 serta kas dan setara kas Rp750.000.000.
Tata dilantik pada Kamis (1/10 siang untuk menggantikan Sugiono yang juga dilantik sebagai Menteri Koordinator Manusia dan Kebudayaan. Di dunia diplomat, dia bukan orang baru.
"Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Arrmanatha Nasir beserta para menteri baru yang diangkat Prabowo.
Tata mulai bergabung dengan Kementerian Luar Negeri RI dan meniti diplomat karier sejak 1997. Pada 2001-2005, dia sempat menduduki sejumlah pos penting seperti Perwakilan RI untuk PBB di Jenewa serta bertindak sebagai regulator di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Lalu pada 2010, Tata dipercaya menjadi penasihat ekonomi untuk Presiden Majelis Umum PBB. Kemudian pada 2018 hingga 2012, Tata menjadi Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Amerika Serikat.
Dari 2014 hingga 2019, dia menjadi juru bicara Kemlu di era Menteri Retno Marsudi. Di sini, dia mulai dikenal publik luas.
Tata juga pernah menjabat jadi Duta Besar RI untuk Prancis pada 2019 hingga 2021. Setelah itu, dia ditunjuk jadi wakil tetap RI untuk PBB di New York pada 2021 hingga 2024 lalu.
Terakhir pada Oktober 2024, dia dilantik menjadi wakil menteri luar negeri mendampingi Sugiono.
Lalu pada 2010, Tata dipercaya menjadi penasihat ekonomi untuk Presiden Majelis Umum PBB
(isa/bac)

42 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·