Seorang wanita Iran memandang deretan kapal di Selat Hormuz dari kawasan Bandar Abbas, di selatan Iran pada 1 Juni 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan AS dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan kebebasan pelayaran bagi kapal-kapal komersial pada Selasa atau Rabu (5/8/2026) waktu setempat. Namun, Bessent tak merespons lugas soal penerapan tarif di selat itu.
"Kami sedang melakukan pembicaraan dengan pihak Iran. Ada kemungkinan kami dapat mencapai kesepakatan hari ini atau besok (Rabu) untuk membuka Selat Hormuz dan bergerak menuju situasi yang lebih normal dalam konflik ini," kata Bessent kepada CNBC pada Selasa (4/8/2026).
Terkait pemberian izin bagi Iran untuk menarik tarif tol di jalur perairan tersebut, Bessent mengatakan perjanjian itu akan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. "Itu akan menjadi kebebasan navigasi. Meskipun situasi di sana masih agak genting dalam beberapa hari terakhir, kami melihat cukup banyak kapal yang keluar bahkan hingga saat ini," kata Bessent.
Sebelumnya, AS telah meminta Iran menjamin kebebasan navigasi di jalur perairan strategis itu, sementara Iran menegaskan bahwa pelayaran di perairan lepas pantainya harus berada di bawah pengawasan Iran. Pada Sabtu (1/8/2026), Presiden AS Donald Trump telah membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah ada upaya mediasi di kawasan.
Namun, klaim itu dibantah pejabat Iran yang juga menepis laporan bahwa telah tercapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
sumber : Antara, Anadolu

3 jam yang lalu
6







English (US) ·
Indonesian (ID) ·