Mendag dorong perdagangan menjadi penggerak investasi ekspor

1 bulan yang lalu 22
Perjanjian dagang tidak hanya memperlancar perdagangan, tetapi juga memungkinkan investasi. Jika perdagangan berjalan dengan baik, investasi akan mengikuti.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan pentingnya memperkuat perdagangan Indonesia sebagai penggerak masuknya investasi berorientasi ekspor.

Menurutnya, memperkuat perdagangan melalui perluasan pasar ekspor akan menciptakan peluang investasi baru yang mendukung peningkatan kapasitas produksi Indonesia. Oleh karena itu, makin luasnya akses pasar ekspor Indonesia akan makin meningkatkan daya tarik investor untuk menjadikan Indonesia basis produksi dan bagian dari rantai pasok global.

"Perjanjian dagang tidak hanya memperlancar perdagangan, tetapi juga memungkinkan investasi. Jika perdagangan berjalan dengan baik, investasi akan mengikuti," ujar Budi melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Dalam pembukaan Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) Global Investment Forum di Jakarta, Jumat, Budi mengatakan peluang penguatan investasi melalui perdagangan dapat ditempuh, salah satunya melalui forum bisnis.

Ia berharap, pertemuan pelaku usaha, mitra dagang, dan investor dapat menghasilkan kerja sama yang memperkuat perdagangan sekaligus mendorong realisasi investasi.

Indonesia saat ini telah memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah diimplementasikan, sementara dua perjanjian sedang dalam proses ratifikasi dan 13 perjanjian masih dalam proses negosiasi.

Perjanjian perdagangan dengan negara mitra menjadi instrumen untuk memperluas akses pasar, sekaligus menciptakan kepastian bagi dunia usaha dalam mengembangkan kegiatan perdagangan dan investasi.

Sejalan dengan upaya memperluas perdagangan, Kemendag juga mendorong semakin banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar global.

Selain mendorong ekspor, Kemendag juga memperluas akses UMKM ke pasar dalam negeri melalui kerja sama dengan ritel modern.

Kemendag memfasilitasi produk UMKM yang memenuhi persyaratan kualitas dan daya saing untuk masuk ke jaringan ritel modern, sehingga akses pasarnya lebih luas dan berkelanjutan.

"Produk-produk lokal kita sudah banyak dijual di ritel modern. Syaratnya, produk harus berkualitas dan berdaya saing. Kalau produknya memiliki standar, HIPPINDO sudah siap untuk menampung," katanya pula.

Baca juga: Prabowo: Investasi besar-besaran siap masuk Indonesia

Baca juga: AS: Pergantian menkeu tidak pengaruhi minat investasi AS di Indonesia

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya