Media Israel: Ulah Netanyahu dan Trump Merusak Relasi Tel Aviv-AS

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Media terkemuka Israel Haaretz menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah merusak relasi antara Tel Aviv dan Washington.

Surat kabar pada Jumat menuliskan bahwa PNetanyahu telah membuat posisi Israel di mata Amerika merosot ke titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dikutip dari Middle East Monitor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siapa pun yang memantau sepak terjang Israel dan hubungannya dengan negara-negara lain, khususnya Amerika Serikat, selama bertahun-tahun telah memperingatkan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hubungan strategis Israel dengan sekutu terpentingnya," tulis Haaretz dalam sebuah editorial.

"Sudah jelas bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh Benjamin Netanyahu dan pemerintahannya akan membawa hubungan dengan Amerika Serikat ke titik terendah yang baru."

Lebih lanjut, Haaretz menulis bahwa Netanyahu telah mengabaikan berbagai peringatan mengenai kerusakan yang ia timbulkan terhadap hubungan Israel-AS.

Kerusakan itu berlanjut dengan "campur tangan terang-terangan dalam politik Amerika demi mendukung (Presiden Donald) Trump dan Partai Republik," yang mengakibatkan "anjloknya posisi Israel di kalangan Partai Demokrat."

Media itu menambahkan bahwa penolakan keras terhadap Israel kini bukan hanya terbatas dari Partai Demokrat.

[Gambas:Video CNN]

"Dalam dua tahun terakhir, pemerintahan Netanyahu, (Menteri Keamanan Israel) Itamar Ben-Gvir, dan (Menteri Keuangan Israel) Bezalel Smotrich telah membuat posisi Israel di mata Partai Republik (GOP) merosot ke titik terendah yang baru," tulis Haaretz.

"Konflik dengan Iran dan lonjakan harga bahan bakar yang menyertainya, kekerasan terhadap warga Palestina oleh para pemukim ekstremis, serta dampak buruk yang dialami komunitas Kristen di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur, telah mendorong bahkan para pendukung paling setia Israel untuk melontarkan kritik yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Haaretz menyebutkan bahwa jajak pendapat di AS dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan "penurunan tajam dan belum pernah terjadi sebelumnya" dalam pandangan positif terhadap Israel, khususnya di kalangan responden muda.

Ditegaskan pula bahwa "tidak ada pidato bombastis" apa pun dari Netanyahu di Majelis Umum PBB yang mampu "menutupi kenyataan suram ini."

Surat kabar itu juga memperingatkan mengenai implikasinya terhadap hubungan kedua negara, dengan menyatakan: "Setiap warga Israel perlu memahami sejauh mana citra Israel telah memburuk di mata publik Amerika serta implikasinya bagi masa depan hubungan kedua negara."

(bac)

Baca Artikel Selengkapnya