Malaysia Siaga Perang sampai Rekaman Pilot Learjet Sebelum Jatuh

52 menit yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan soal penyelidikan pesawat Learjet 60 yang jatuh menukik tajam di Florida, Amerika Serikat, masih menjadi perhatian pada Selasa (3/11).

Isu negara-negara yang mulai menyiagakan warganya untuk menghadapi ancaman perang, termasuk tetangga Indonesia, juga menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional kemarin:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eisenkot Ogah Gabung Pemerintahan Netanyahu Meski Didesak Trump

Oposisi sekaligus Ketua Partai Yashar Gadi Eisenkot dilaporkan enggan bergabung dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu,meski didesak Presiden Amerika Serikat Donald Trumpdi tengah negosiasi koalisi pemerintahan baru Israel yang sedang berlangsung.

Media Israel, KAN, menyampaikan laporan itu dengan mengutip sumber yang mengetahui pertemuan tertutup Eisenkot.

"Saya tak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Netanyahu," kata dia menirukan pernyataan EIsenkot, dikutip Anadolu Agency, Selasa (3/11).

[Gambas:Video CNN]

Percakapan Lengkap Kopilot & ATC Sebelum Learjet 60 Jatuh di Florida

Kopilot pesawat Learjet 60 sempat menghubungi menara pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk melaporkan sejumlah masalah sebelum pesawat jatuh menukik tajam di jalan raya Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, Minggu (1/11).

Dalam komunikasi terakhirnya, kopilot bahkan terdengar berteriak bahwa pesawat akan segera menghantam tanah.

Rekaman komunikasi tersebut diperoleh dari situs pemantau Live ATC. Dalam rekaman itu, seorang pilot perempuan terdengar melaporkan ada lapisan es dan turbulensi saat pesawat berada di ketinggian 10.668 meter.

Siaga Perang, Wakil PM Malaysia Pastikan Stok Makanan Aman 6 Bulan

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memastikan stok makanan di Negeri Jiran aman untuk enam bulan mendatang. Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran akan meletusnya perang siber yang menargetkan Negeri Jiran.

Dalam pernyataan kepada wartawan pada Senin (2/11), Ahmad mengatakan sejauh ini warga Malaysia tidak perlu menimbun makanan dan keperluan darurat karena stok kebutuhan pokok di dalam negeri masih cukup untuk enam bulan mendatang.

"Kami tidak melihat perlunya tindakan seperti itu karena ketahanan pangan dan tingkat stok kami mencukupi," kata Ahmad usai menghadiri Malaysia-China Cooperation Meeting on Investment Trade and Economic Empowerment, seperti dikutip The Star.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya