Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat Jawa Timur menempati posisi top tiga untuk jumlah rekening terbanyak secara nasional yaitu 73,59 juta rekening dan top dua dengan nominal simpanan terbanyak yaitu Rp833,7 triliun.
"Pencapaian ini menunjukkan kuatnya basis menabung nasabah Jawa Timur," kata Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat di Surabaya, Sabtu.
Jumlah rekening Jawa Timur yang sebanyak 73,59 juta menempati posisi top tiga di bawah DKI Jakarta yang memiliki 234,35 juta rekening dan Jawa Barat dengan 78,31 juta rekening.
Jumlah rekening di Jawa Timur itu meningkat 1,17 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) atau sebanyak 854 ribu rekening berdasarkan data Juni 2026.
Baca juga: LPS: Rasio tabungan masyarakat perlu diperkuat dukung pembiayaan
Sementara untuk nominal simpanan Jatim yang menempati posisi top dua nasional dengan nominal simpanan sebanyak Rp833,7 triliun bertambah 4,64 persen (yoy) atau Rp37 triliun.
Bambang menyebutkan pertumbuhan tersebut terutama dikontribusikan oleh tingginya pertumbuhan produk tabungan sebanyak 6,31 persen (yoy) dan giro sebanyak 12,18 persen.
Kemudian untuk level Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya masih mendominasi untuk kepemilikan rekening yaitu sebanyak 11,83 juta rekening dan nominal simpanan sebanyak Rp435,93 triliun.
Lalu secara tahunan, pertumbuhan tertinggi dialami oleh Kota Batu yaitu sebanyak 20,4 persen sedangkan penurunan terdalam dialami oleh Kabupaten Sumenep sebanyak 11 persen.
Baca juga: LPS merampungkan likuidasi tujuh BPR/BPRS di semester I-2026
Berikutnya, untuk pertumbuhan tertinggi nominal simpanan dialami oleh Kota Kediri yaitu sebanyak 21,8 persen (yoy) dan penurunan terdalam dialami oleh Kota Probolinggo sebanyak 17,5 persen (yoy).
Bambang menuturkan LPS bersama dengan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus berperan aktif dalam memperluas basis masyarakat menabung.
Berdasarkan data LPS, jumlah penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening simpanan mencapai sekitar 51 juta orang atau 19,9 persen dari populasi penduduk rentang usia 5-74 tahun.
“Di Jawa Timur kami terus memantau Kabupaten/Kota yang masih perlu dioptimalkan baik inklusivitas maupun penetrasi nominal simpanan, LPS dan KSSK pun terus berperan aktif dalam memperluas basis masyarakat menabung melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” katanya.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·