Laut Hitam Memanas akibat Perang Rusia-Ukraina, Erdogan Angkat Bicara

51 menit yang lalu 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Rusia dan Ukraina menahan diri dari serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Hitam. Seruan itu muncul ketika perairan strategis yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan pangan dan energi dunia semakin terseret ke dalam medan perang kedua negara.

Erdogan menyampaikan kekhawatiran tersebut saat bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Ankara menilai meningkatnya serangan terhadap kapal dagang telah membawa perang Rusia-Ukraina memasuki wilayah yang dapat berdampak jauh melampaui kedua negara.

“Serangan terhadap kapal-kapal komersial tidak dapat dibenarkan,” demikian sikap Erdogan sebagaimana dilaporkan media Turki Anadolu Agency. Erdogan juga meminta langkah konkret untuk menjamin keselamatan navigasi di Laut Hitam serta mengharapkan pihak-pihak yang bertikai bertindak secara bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut bukan muncul dalam ruang kosong. Reuters melaporkan pasar asuransi maritim London pada pekan lalu memperluas wilayah Laut Hitam yang dikategorikan berisiko tinggi setelah Rusia dan Ukraina meningkatkan serangan terhadap pelayaran komersial dalam dua bulan terakhir. Premi risiko perang pun melonjak dan menambah biaya hingga ratusan ribu dolar AS untuk setiap pelayaran tujuh hari.

Situasi itu membuat kekhawatiran Ankara semakin mendesak. Sejumlah serangan sebelumnya mengenai kapal milik Turki dan bahkan menewaskan warga negara Turki, sedangkan Ankara telah mengajukan gagasan kepada Moskow dan Kyiv agar serangan terhadap pelayaran dihentikan. Turki masih menunggu respons kedua pihak.

Erdogan menegaskan Turki tetap siap melakukan segala yang berada dalam kemampuannya untuk membantu mengakhiri perang melalui perdamaian yang bertahan lama. Ankara juga berjanji melanjutkan upaya menghidupkan kembali perundingan langsung Rusia-Ukraina.

Posisi Turki menjadi penting karena Ankara merupakan salah satu dari sedikit anggota NATO yang masih mempertahankan hubungan kerja dengan Moskow sekaligus memberikan dukungan kepada Kyiv. Turki mendukung integritas teritorial Ukraina dan memberikan bantuan militer kepada Kyiv, tetapi tidak mengikuti sanksi Barat terhadap Rusia serta tetap mempertahankan hubungan perdagangan dengan Moskow.

Laut yang Dikepung Enam Negara

Secara geografis, Laut Hitam seperti sebuah cekungan besar yang berada di antara Eropa tenggara dan kawasan Eurasia. Enam negara memiliki garis pantai langsung di perairan ini, yakni Turki di selatan, Bulgaria dan Romania di barat, Ukraina di utara, serta Rusia dan Georgia di sisi timur dan timur laut. Reuters juga mencatat enam negara tersebut sebagai negara-negara yang berbagi perairan Laut Hitam.

Geografi itulah yang membuat setiap eskalasi di Laut Hitam mempunyai konsekuensi strategis. Tiga negara pantainya—Turki, Romania, dan Bulgaria—merupakan anggota NATO, sedangkan Rusia merupakan kekuatan militer utama kawasan dan Ukraina berada dalam perang langsung dengan Moskow.

Bagi Ukraina, Laut Hitam merupakan pintu ekonomi menuju pasar internasional. Pelabuhan-pelabuhan di kawasan Odesa menjadi jalur utama ekspor pertanian negara tersebut, dan Anadolu melaporkan lebih dari 90 persen ekspor pertanian Ukraina melalui laut bergantung pada pelabuhan Odesa dan kawasan sekitarnya sebelum eskalasi terbaru mengganggu arus tersebut.

Bagi Rusia, arti Laut Hitam juga tidak kalah besar. Kawasan ini merupakan jalur utama ekspor gandum Rusia sekaligus penghubung pelabuhan-pelabuhan Rusia dengan pasar dunia. Reuters melaporkan hampir 90 persen ekspor biji-bijian Rusia melalui laut sebelumnya melewati Laut Hitam sebelum serangan drone dan gangguan keamanan mendorong perusahaan-perusahaan Rusia mencari jalur alternatif melalui Baltik dan Arktik.

Romania dan Bulgaria memiliki kepentingan ganda. Selain menjaga perdagangan dan keamanan pelabuhan mereka, keduanya merupakan anggota NATO yang berada tepat di tepian konflik sehingga keamanan Laut Hitam bersentuhan langsung dengan keamanan wilayah aliansi.

Baca Artikel Selengkapnya