Laporan Rahasia CIA: Israel Selangkah Lagi Perang Sipil

56 menit yang lalu 2

Para pengunjuk rasa anti-pemerintah menyalakan suar dalam aksi protes menentang reformasi sistem peradilan di gedung bursa efek di Tel Aviv, Israel, pada 18 Juli 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah citra Israel sebagai negara dengan kekuatan militer dan intelijen yang sulit digoyahkan, sebuah penilaian intelijen Amerika Serikat justru memperingatkan ancaman yang datang bukan dari luar, melainkan dari dalam negeri sendiri.

Penilaian rahasia CIA yang diberi judul Fracture From Within disebut memperingatkan bahwa perpecahan politik, tekanan ekonomi, kelelahan akibat perang, serta konflik sosial yang kian dalam dapat mendorong Israel menuju konflik sipil, bahkan berpotensi mengalami keruntuhan sebagai sebuah negara.

Laporan tersebut diungkap Drop Site News bekerja sama dengan Capital & Empire. Menurut Drop Site, dua sumber AS yang mengetahui isi penilaian itu memaparkan kesimpulannya. CIA disebut tidak memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dari media tersebut.

Penilaian itu disusun pada Agustus oleh Red Cell CIA, unit yang memang bertugas menguji asumsi-asumsi intelijen arus utama dan mengeksplorasi skenario alternatif yang dianggap berisiko.

Jika laporan tersebut akurat, peringatan CIA itu menunjukkan bahwa Washington mulai melihat persoalan Israel bukan semata sebagai persoalan keamanan eksternal, melainkan sebagai persoalan ketahanan internal sebuah negara yang telah terlalu lama berada dalam kondisi perang.

Penilaian tersebut disebut mengidentifikasi sejumlah tekanan yang bertemu menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober. Tekanan itu antara lain membengkaknya belanja militer, mobilisasi pasukan cadangan berulang kali, meningkatnya biaya hidup, perselisihan mengenai wajib militer bagi kaum Yahudi ultra-Ortodoks, kekerasan pemukim di Tepi Barat, serta perjuangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaan.

Yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana berbagai persoalan tersebut saling memperkuat. Seorang sumber intelijen yang dikutip Drop Site menegaskan, skenario konflik sipil itu bukan sekadar latihan akademis.

“Para penulisnya adalah pakar Israel,” kata sumber tersebut. Menurut dia, kondisi menjelang pemilu dan semakin dalamnya retakan sosial membuat kesimpulan bahwa Israel hanya berjarak “satu percikan” dari konflik internal harus dianggap serius.

Dengan kata lain, ancaman yang dipetakan CIA bukanlah semata-mata serangan roket atau operasi militer musuh. Ancaman terbesarnya justru kemungkinan bahwa masyarakat Israel sendiri semakin kehilangan titik temu.

Baca Artikel Selengkapnya