Laporan Media: Trump dalam Dilema, Hampir Penuhi Permintaan Tolong MBS Tapi Lalu Batal Serang Houthi

58 menit yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump seperti dilaporkan New York Times (NYT), Ahad (20/9/2026) dalam dilema apakah ia harus membantu Arab Saudi memerangi militan Ansarallah Yaman atau yang dikenal sebagai Houthi. Trump hampir mengambil keputusan menyerang Yaman pada Ahad, namun rencana itu ia batalkan.

Dalam laporannya, NYT mengungkap bahwa Pangeran Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) menelepon Trump pada Kamis (17/9/2026), meminta pertolongan agar AS membantu mencegah agresi Houthi. Beberapa hari sebelumnya, Trump mengatakan kepada para orang dekatnya bahwa dia enggan melancarkan serangan kepada Houthi.

Namun setelah telepon MBS, Trump kemudian meminta Pentagon untuk mempersiapkan serangan. Pada Ahad siang, Trump kembali berubah pikiran. 

"Tidak akan ada serangan terhadap Houthi, setidaknya untuk saat ini," demikian laporan NYT, mengutip sejumlah pejabat Gedung Putih.

Seperti dilaporkan Financial Times, Selasa (15/9/2026), AS menolak memberikan dukungan udara kepada Arab Saudi dalam konfliknya dengan gerakan militer-politik Houthi yang menguasai wilayah utara Yaman karena fokus Washington tertuju pada Iran. Riyadh meminta perlindungan udara dari AS, tetapi Washington merespons bahwa pihaknya tidak bersedia melakukan intervensi karena sedang fokus pada perang dengan Iran.

Sejumlah pejabat AS dilaporkan Reuters, Rabu (16/9/2026), bertemu dengan perwakilan dari militan Houthi di Oman pada akhir pekan lalu. Pertemuan itu digelar beberapa hari setelah Houthi menguasai wilayah pantai Laut Merah dari tangan pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi.

Pertemuan yang tidak diumumkan ke publik itu dikabarkan digelar di Kedutaan Besar AS di Muscat, menurut tiga sumber yang berbicara secara anonim. Dua sumber mengatakan bahwa pemerintah Oman ikut membantu mengatur pertemuan itu.

Dalam pertemuan itu, seperti yang diungkapkan oleh satu sumber terjadi pada Ahad (12/9/2026), perwakilan Houthi mengatakan kepada pejabat AS bahwa mereka tidak berniat menyerang kapal-kapal Amerika dan mereka tetap berkomitmen atas kesepakatan gencatan senjata 2025.

Satu sumber, seorang Yaman, mengatakan bahwa kelompok milisi juga mengatakan mereka tidak akan menyerang kapal-kapal Israel atau kapal komersial lain kecuali milik Arab Saudi. Menurut dua sumber lain, pejabat AS yang hadir dalam pertemuan itu berasal dari kalangan personel kedutaan.

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

Baca Artikel Selengkapnya