Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjajaki kerja sama dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Paramaribo untuk melakukan pemetaan pasar kerja dan memutakhirkan data Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai dasar penempatan dan pelindungan.
Saat ini tercatat ada sekitar 689 WNI di Suriname, di mana 560 di antaranya adalah PMI. Sementara itu, catatan terakhir SISKOP2MI menunjukkan jumlah PMI terdata pada 2022-2023 sebanyak 169 orang, dan di Guyana pada 2021-2023 sebanyak 61 orang.
“Teman-teman kita di Suriname mayoritas bekerja di sektor perkebunan, perkayuan, perikanan, serta pertambangan,” kata Duta Besar RI untuk Suriname Agus Priono menurut siaran pers KP2MI di Jakarta, Jumat.
Menurut Agus, banyak pekerja migran Indonesia yang sebelumnya bekerja di Solomon dan Papua Nugini kemudian dibawa oleh perusahaan terkait saat mereka membuka usaha di Suriname, dan menambahkan adanya peluang penempatan kerja di Suriname dan Guyana.
“Karena itu, diperlukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dan pemutakhiran data agar peluang ini dapat ditindaklanjuti melalui penempatan pekerja migran yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Dubes RI tersebut.
Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan pentingnya pemutakhiran data secara menyeluruh guna memastikan seluruh pekerja migran mendapatkan pelindungan hukum dan sosial yang maksimal.
“Kami mengharapkan dukungan Bapak Duta Besar untuk membantu memperoleh informasi terbaru mengenai jumlah dan kondisi pekerja migran sebagai dasar penguatan kebijakan penempatan dan pelindungan ke depan,” kata Mukhtarudin.
Ia juga mengusulkan penjajakan pemanfaatan lembaga pendidikan dan pelatihan, termasuk sekolah yang berfokus pada bidang pertambangan, minyak dan gas, untuk menyiapkan calon pekerja migran dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Lulusan pendidikan vokasi disebutnya memiliki potensi dan dapat diarahkan untuk mengikuti pelatihan lanjutan, sertifikasi kompetensi, dan proses penyiapan penempatan melalui Migrant Center.
Pendekatan itu sejalan dengan upaya KP2MI untuk memperkuat ekosistem penyiapan pekerja migran dari hulu ke hilir, mulai dari identifikasi kebutuhan pasar kerja, peningkatan keterampilan, sertifikasi, hingga penempatan dan pelindungan.
Berdasarkan data SISKOP2MI, dari Januari hingga 19 Oktober 2026, pemerintah telah memfasilitasi 297.450 layanan penempatan secara nasional; penempatan tersebut didominasi oleh Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.
KP2MI menyampaikan bahwa penjajakan pasar kerja di Suriname dan Guyana merupakan upaya untuk memperluas akses penempatan ke negara tujuan baru, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus.
Selain pemetaan pasar kerja, kerja sama dengan KBRI Paramaribo diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi, pemantauan kondisi PMI, serta koordinasi dalam penanganan permasalahan yang dihadapi PMI di Suriname dan Guyana.
Baca juga: Menbud usulkan kerja sama dengan Suriname untuk pererat diplomatik
Baca juga: Indonesia jajaki investasi sumber minyak baru di Guyana-Suriname
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·