Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak tujuh orang tewas akibat insiden penembakan di salah satu sekolah elite Debsirin, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, Thailand pada Jumat (7/8).
Total enam korban penembakan yang tewas merupakan tiga orang murid dan tiga orang guru. Sementara pelaku tewas akibat bunuh diri usai melakukan aksi brutal penembakan di sekolah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara kepolisian, Letnan Jenderal Trairong Phiwphan, menambahkan bahwa lebih dari belasan orang lainnya juga terluka.
Polisi menyatakan bahwa nenek dan kakek dari pria yang diduga sebagai pelaku penembakan kemudian ditemukan tewas di rumah mereka, tempat pelaku juga tinggal. Mereka diduga tewas sebelum pelaku melancarkan aksi penembakan brutal di sekolah tersebut.
Rekaman video yang diambil di dalam ruang kelas dan telah diverifikasi oleh CNN memperlihatkan para siswa yang ketakutan berkerumun di bawah meja sambil terisak saat suara tembakan terdengar di dekat lokasi.
Video lainnya memperlihatkan para siswa berlarian keluar sekolah sementara seorang staf membantu mereka melakukan evakuasi.
Seorang petugas penyelamat yang enggan diungkap identitasnya mengatakan kepada Reuters bahwa "situasi benar-benar kacau" saat mereka tiba di lokasi kejadian. Di lokasi tersebut, mereka memberikan pertolongan pertama kepada para siswa yang mengalami luka di punggung, dada, dan lengan.
BBC melaporkan insiden terjadi di sekolah elite Debsirin Nonthaburi di distrik Bang Kruai pada pukul 10.00 pagi waktu setempat.
Polisi Nonthaburi mengatakan pelaku penembakan merupakan murid sekolah menengah pertama (SMP) kelas sembilan, berusia sekitar 14 tahun.
Menurut keterangan saksi mata, pelaku sempat berkeliaran ke ruang-ruang kelas sebelum melepas tembakan. Ia juga sempat mendekam di sebuah ruangan setelah melancarkan aksinya.
Setidaknya 15 orang terluka dalam insiden tersebut.
Polisi mengatakan pelaku saat ini tewas, diduga karena bunuh diri.
(bac)

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·