Korban Banjir Bangkok Serbu Toko Kelontong, Stok Pangan Terancam Habis

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir yang melanda Bangkok, Thailand, membuat warga mulai memborong kebutuhan pangan di sejumlah toko kelontong dan minimarket.

Sejumlah gerai dilaporkan mulai kehabisan makanan siap santap dan kebutuhan sehari-hari karena warga membotong makanan untuk persediaan di rumah.

Makanan seperti mi instan, makanan beku, dan roti mulai menghilang dari rak sejumlah toko. Warga memilih membeli lebih banyak kebutuhan karena genangan membuat mereka kesulitan bepergian dan berpotensi menghambat pengiriman barang ke toko-toko di kawasan terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut terlihat ketika warga mulai mendatangi toko untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Di sejumlah kawasan, masyarakat bahkan berjalan kaki atau menerobos genangan untuk menuju pasar dan minimarket karena kendaraan sulit digunakan.

Kekhawatiran terhadap pasokan juga terlihat di sektor bahan bakar. Sejumlah pengendara memadati SPBU di kawasan Bang Khen untuk mengisi bensin dan solar karena khawatir persediaan bahan bakar ikut terganggu akibat banjir.

Pemerintah Bangkok meminta warga tidak panik terkait kemungkinan kekurangan pangan. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan pemerintah terus memantau kondisi pasokan di tengah banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota.

"Masyarakat tidak perlu panik," kata Chadchart, melansir AFP.

Banjir terjadi setelah hujan deras hampir 48 jam sejak sore 24 September hingga pagi 26 September. Curah hujan selama periode tersebut mencapai hampir 300 milimeter, membuat rumah, toko, dan sejumlah ruas jalan terendam.

Chadchart mengatakan sedikitnya 13 jalan utama terdampak banjir. Sekitar 980 orang telah berada di tempat penampungan sementara, sedangkan 36 warga yang terbaring sakit dipindahkan ke rumah sakit.

Kondisi banjir juga membuat sejumlah warga mulai memikirkan persediaan makanan untuk beberapa hari ke depan. Khem Amnueilaph, warga Suan Luang, mengatakan ia masih memiliki stok makanan untuk dua hingga tiga hari, tetapi khawatir akan kesulitan mendapatkan makanan jika banjir terus berlangsung.

"Saya punya makanan dalam stok untuk dua sampai tiga hari, tetapi saya mungkin harus menerobos air banjir untuk mencari makanan nanti," kata Khem.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Thailand Suphajee Suthumpun memerintahkan pejabat perdagangan memastikan barang kebutuhan masyarakat tidak habis atau mengalami kelangkaan selama banjir.

Pejabat perdagangan di berbagai provinsi juga diminta memantau kondisi pangan dan memastikan pasokan tetap mencukupi. Pedagang juga diminta tidak memanfaatkan situasi banjir dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

Masyarakat dapat melaporkan dugaan kenaikan harga berlebihan, kelangkaan makanan, atau pedagang yang tidak mencantumkan harga kepada Departemen Perdagangan Dalam Negeri Thailand melalui nomor 1569 atau kantor perdagangan di wilayah masing-masing.

(wis)

Baca Artikel Selengkapnya