Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan III-2026, tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47 persen pada periode tersebut.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, yakni mencapai 51,97 persen.
“Pada triwulan III-2026, komponen ini tumbuh sebesar 5,04 persen yang menunjukkan masih terjaganya tingkat konsumsi masyarakat,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud dalam konferensi pers Rilis BPS di Jakarta, Kamis.
Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya, konsumsi rumah tangga juga menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan andil mencapai 2,62 persen dari total pertumbuhan sebesar 5,47 persen.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga terutama ditopang oleh peningkatan pengeluaran masyarakat pada kelompok restoran dan hotel yang tumbuh sebesar 6,59 persen, serta transportasi dan komunikasi sebesar 5,83 persen yang ditopang oleh mobilitas rumah tangga dan berbagai kegiatan pertunjukan dan olahraga.
Di luar konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi turut menopang perekonomian dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 30,81 persen, dengan pertumbuhan sebesar 6,06 persen.
Pertumbuhan PMTB tertinggi terjadi pada subkomponen kendaraan yang tumbuh sebesar 12,96 persen, baik yang berasal dari produksi domestik maupun impor.
Kinerja positif PMTB juga disebut sejalan dengan peningkatan realisasi investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar 7,59 persen.
Sementara konsumsi pemerintah tumbuh hingga 8,95 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,66 persen. Kontribusi konsumsi pemerintah terhadap PDB yaitu sebesar 7,28 persen.
Edy menyebut perkembangan itu sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan aparatur sipil negara (ASN), serta meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa utamanya pada belanja-barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: BI ungkap geliat ekonomi Bali ditopang konsumsi rumah tangga
Baca juga: Bank Mandiri: Perekonomian Indonesia menunjukkan resiliensi yang baik
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·