Koalisi Partai Arab Joint List Resmi Ajukan Eisenkot Jadi PM Israel

12 jam yang lalu 3
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Arab Joint List resmi merekomendasikan pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot, untuk menjadi perdana menteri (PM) Israel berikutnya.

Dukungan tersebut membuat Eisenkot memperoleh rekomendasi dari 67 anggota parlemen dan melampaui mayoritas di parlemen Israel, Knesset.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Joint List menyampaikan rekomendasi itu kepada Presiden Israel, Isaac Herzog, dalam konsultasi di Kediaman Presiden Israel pada Kamis (5/11). Delegasi partai tersebut dipimpin Ketua Joint List, Yousef Jabareen, dan dihadiri Ahmad Tibi, Bakr Awawdeh, Ofer Cassif, serta Maha Sabah Karkabi.

"Kami telah memutuskan untuk mendukung Gadi Eisenkot," demikian pernyataan Joint List, seperti dilaporkan Middle East Monitor.

Partai tersebut mengatakan keputusan itu diambil secara bulat setelah berkonsultasi dengan seluruh partai yang tergabung dalam Joint List. Mereka mengakui keputusan tersebut tidak mudah.

Joint List menyatakan dukungan kepada Eisenkot bertujuan mencegah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemerintahannya kembali berkuasa.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, Joint List mengakui kubu oposisi yang dipimpin Eisenkot belum menunjukkan sikap tegas dalam menghadapi kebijakan Netanyahu, melawan hasutan terhadap warga Arab, serta mempertahankan legitimasi pilihan politik masyarakat Arab.

Selama konsultasi, Tibi mengatakan Joint List bersedia mendukung pemerintahan alternatif dari luar koalisi pemerintahan.

Tibi juga menyampaikan kebanggaannya terhadap warga Arab yang tetap berpartisipasi dalam pemilu meskipun menghadapi hasutan dan rasisme.

Sementara itu, Jabareen mendesak Herzog mengambil peran lebih besar dalam menghadapi hasutan terhadap warga Arab.

Ia menegaskan Joint List tidak percaya pada solusi militer. Menurutnya, prinsip kesetaraan yang tercantum dalam Deklarasi Kemerdekaan Israel harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Cassif menyoroti kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Ia menuduh pemerintah Israel mendukung dan mendanai serangan tersebut.

Awawdeh turut mengangkat persoalan kekerasan dan kejahatan di tengah masyarakat Arab serta krisis perumahan. Sementara Karkabi mengatakan masyarakat Arab ingin mengganti pemerintahan saat ini karena merasa menghadapi "ancaman eksistensial".

Dengan tambahan 11 rekomendasi dari Joint List, Eisenkot kini mengantongi dukungan 67 anggota parlemen. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan Netanyahu yang memperoleh rekomendasi dari 46 anggota parlemen.

Sebelumnya, partai Arab Ra'am yang memiliki delapan kursi di Knesset juga menyatakan dukungan kepada Eisenkot.

Dalam konsultasi dengan Herzog, pemimpin Ra'am, Mansour Abbas, menyebut masyarakat Arab memiliki peran sebagai jembatan dalam politik Israel.

"Masyarakat Arab, saya sendiri secara individu, dan warga negara Arab - kita adalah jembatan. Jangan sampai kita menghancurkan jembatan ini," kata Abbas.

Partai Sekutu Netanyahu Abstain

Dukungan koalisi Partai Arab Joint List membuat Gadii Eisenkot memperoleh rekomendasi dari 67 anggota dan melampaui mayoritas di parlemen Israel. (REUTERS/Jamal Awad)

Sementara itu, Partai United Torah Judaism, sekutu Netanyahu dan memiliki tujuh kursi di Knesset memutuskan tidak merekomendasikan kandidat mana pun.

Pada 27 Oktober, pemilu Israel menyisakan blok Netanyahu dengan 53 kursi, sementara partai-partai oposisi Yahudi mengamankan 48 kursi. Selain itu, partai-partai yang dipimpin Arab memenangkan total 19 kursi.

Meski telah mengantongi 67 rekomendasi, Eisenkot belum otomatis menjadi perdana menteri. Rekomendasi partai-partai tersebut bukan merupakan kesepakatan koalisi pemerintahan, melainkan menjadi pertimbangan Herzog dalam menentukan anggota parlemen yang akan diberi mandat membentuk pemerintahan.

Dengan demikian, Eisenkot masih harus menggalang dukungan politik untuk membentuk koalisi yang mampu memperoleh kepercayaan parlemen.

Sebanyak 11 partai yang berhasil masuk parlemen telah bertemu Herzog secara terpisah selama dua hari untuk menyampaikan kandidat pilihan mereka.

Partai-partai oposisi juga sepakat mengoordinasikan upaya pembentukan pemerintahan baru dan memulai negosiasi mengenai pedoman kebijakan serta kesepakatan koalisi.

Herzog diperkirakan menyelesaikan konsultasi pada Kamis (5/11) malam. Ia menerima hasil resmi pemilu pada Rabu (4/11), dikutip dari Middle East Monitor.

Berdasarkan hukum Israel, memiliki waktu tujuh hari sejak pengumuman hasil tersebut untuk menunjuk anggota Knesset yang akan mendapat mandat membentuk pemerintahan.

Anggota parlemen yang menerima mandat memiliki waktu 28 hari untuk membentuk pemerintahan. Presiden dapat memberikan perpanjangan hingga 14 hari jika diperlukan.

Apabila upaya pertama gagal, Herzog dapat memberikan mandat kepada anggota parlemen lain untuk membentuk pemerintahan dalam waktu 28 hari tanpa perpanjangan. Ia juga dapat memberi tahu ketua Knesset bahwa tidak ada kemungkinan membentuk pemerintahan.

Jika upaya kedua kembali gagal, Knesset akan memasuki periode 21 hari. Dalam periode tersebut, mayoritas anggota parlemen dapat meminta Herzog menunjuk anggota parlemen lain untuk membentuk pemerintahan.

Anggota parlemen yang ditunjuk dalam tahap itu memiliki waktu 14 hari untuk menyelesaikan pembentukan pemerintahan.

Jika seluruh prosedur tersebut tidak menghasilkan pemerintahan yang memperoleh kepercayaan Knesset, parlemen akan dibubarkan dan Israel harus menggelar pemilu baru.

Baca Artikel Selengkapnya