Di tengah tekanan ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan berbagai bencana alam, masih banyak saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Islam mengajarkan bahwa kesalehan bukan hanya diwujudkan melalui ibadah kepada Allah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.
Teks khutbah Jumat berikut berjudul “Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Kepada Sesama di Tengah Kesulitan”. Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ التَّعَاوُنَ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى مِنْ أَعْظَمِ شَعَائِرِ الْإِسْلَامِ، وَحَثَّ عِبَادَهُ عَلَى التَّرَاحُمِ وَالتَّكَافُلِ وَالتَّآخِي بَيْنَ الْأَنَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللّٰهِ بَاقٍۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِيْنَ صَبَرُوْٓا اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٩٦
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Sesungguhnya merupakan sebuah keniscayaan bagi kita untuk selalu memanjatkan puji dan syukur kepada Allah swt. Karena dengan berkat rahmat-Nya, kita masih bisa berkumpul di siang hari ini untuk melaksanakan shalat Jumat berjamaah.
Shalawat beserta salam tak lupa semoga tercurahkan bersama kepada baginda kita, Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Aamin ya Rabbal ’alamin.
Khatib juga mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Saat ini, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menghadapi kesulitan ekonomi. Bencana alam di berbagai daerah, kenaikan harga kebutuhan pokok, dan tekanan terhadap daya beli menjadi persoalan yang perlu kita perhatikan bersama.
Laporan Monitoring Issue of Macroeconomics & Finance Oktober 2026 dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mencatat sejumlah tanda kerentanan ekonomi rumah tangga.
Pada September 2026, inflasi pangan mencapai 5,03 persen secara tahunan. INDEF juga mencatat jumlah pengangguran masih sekitar 7,2 juta orang, sementara hampir enam dari sepuluh pekerja berada di sektor informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi sebagian masyarakat masih menghadapi tantangan.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 sebesar 3,23 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama inflasi bulanan. Data ini mengingatkan kita bahwa persoalan harga kebutuhan sehari-hari masih perlu mendapat perhatian.
Boleh jadi, di sekitar kita ada tetangga yang kesulitan membeli beras. Ada keluarga yang harus mengurangi porsi makan karena penghasilan tidak mencukupi. Bahkan, mungkin ada orang yang terpaksa mengonsumsi makanan yang tidak layak karena keterbatasan ekonomi.
Di tengah keadaan seperti ini, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak bersikap apatis terhadap penderitaan sesama. Kita diperintahkan untuk memiliki empati, peka terhadap keadaan sekitar, dan saling menolong ketika ada saudara yang membutuhkan bantuan.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ٢
Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya”. (Qs. Al-Maidah: 02)
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Ayat Al-Qur’an yang baru kita dengarkan bersama merupakan perintah dari Allah swt untuk saling menolong dalam melakukan kebaikan dan ketakwaan. Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Tafsirul Munir juz 6 hal 69, mengatakan kebaikan yang dimaksud pada ayat di atas ialah kebaikan yang bersifat menyeluruh. Baik kebaikan yang diperintahkan syariat untuk dilakukan, yang sifatnya menghilangkan kemungkaran maupun yang dapat menenangkan hati.
Syekh Wahbah Az-Zuhaili berkata:
وَتَعاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ: وَهُوَ كُلُّ خَيْرٍ أَمَرَ بِهِ الشَّرْعُ أَوْ نَهَى عَنْهُ مِنَ الْمُنْكَرَاتِ، أَوِ اطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ
Artinya: “Tolong menolong dalam kebaikan. Adapun maksud dari kebaikan di sini ialah setiap kebaikan yang diperintahkan oleh syariat, mencegah kemungkaran yang dilarang oleh syariat atau sesuatu yang menenangkan hati”.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Lebih lanjut, selain merupakan perintah agama. Saling membantu sesama terutama membantu orang-orang yang sedang dalam kesulitan juga merupakan bentuk persatuan umat. Hal tersebut merupakan makna dari adanya perintah untuk saling menolong dalam kebaikan yang diperintahkan agama.
Sebagaimana Ibnu Asyur menjelaskan makna adanya perintah untuk saling tolong menolong dalam kebaikan. Ia berkata dalam tafsirnya Tahrir wat Tanwir juz 6 hal 88:
وَفَائِدَةُ التَّعَاوُنِ تَيْسِيرُ الْعَمَلِ، وَتَوْفِيرُ الْمَصَالِحِ، وَإِظْهَارُ الِاتِّحَادِ وَالتَّنَاصُرِ، حَتَّى يُصْبِحَ ذَلِكَ خُلُقًا لِلْأُمَّةِ
Artinya: “Faidah saling membantu ialah mempermudah pekerjaan, menyempurnakan kemaslahatan, menampakkan persatuan dan saling membantu hingga hal tersebut menjadi kebiasaan di tengah masyarakat”.
Layaknya satu badan yang sama, umat Islam dianjurkan untuk memiliki empati kepada sesama. Bersatu dalam melakukan kebaikan juga membantu satu sama lain. Sebagaimana dalam haditsnya, Rasulullah Saw bersabda:
الْمُؤْمِنُوْنَ كَرَجُلٍ وَاحِدٍ إِنِ اشْتَكَى رَأْسُهُ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ
Artinya: “Perumpamaan orang-orang beriman layaknya seorang laki-laki. Apabila kepalanya sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakit panas dan terjaga malam”. (HR. Muslim).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Dari beberapa uraian yang telah khatib sampaikan di atas maka penting bagi kita untuk peka dan peduli kepada sesama. Terutama kepada mereka yang membutuhkan bantuan.
Mari lihat sekitar kita. Jika ada tetangga yang sedang terdesak ekonomi dan membutuhkan makanan, mari kita bantu dengan memberi sedikit makanan yang kita miliki. Jika ada bencana yang menimpa saudara kita sebangsa dan setanah air, mari kita bantu dengan sebisa mungkin menyisikan rezeki yang Allah berikan kepada kita untuk didonasikan. Kita bantu pula dengan doa, semoga semua kesulitan yang mereka alami bisa terselesaikan dengan baik.
Demikian khutbah Jumat tentang pentingnya empati dan peduli kepada sesama di tengah kesulitan. Mari kita doakan bersama saudara-saudara kita sesama umat Islam yang sedang dalam kesulitan.
Khususnya bagi korban bencana yang belum pulih, yang sedang kesulitan ekonomi serta kesulitan lainnya yang sedang dialami. Semoga segala kesulitannya segera diberikan jalan keluar oleh Allah swt. amiin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَهَدَانَا إِلَى طَرِيقِهِ الْمُسْتَقِيمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
--------
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu

1 jam yang lalu
3



English (US) ·
Indonesian (ID) ·