Khofifah kembangkan Jatim Agro-hub perkuat lumbung pangan nasional

3 minggu yang lalu 11

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mengembangkan Jatim Agro-Hub dan hilirisasi untuk memperkuat posisi sebagai lumbung pangan nasional, seiring produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG).

“Melalui Jatim Agro, kita memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa.

Ia mengungkapkan, produksi padi Jawa Timur pada 2025 berkontribusi 17,34 persen terhadap produksi nasional.

Capaian tersebut diproyeksikan berlanjut pada 2026, dengan potensi produksi Januari hingga November diperkirakan mencapai 10,24 juta ton GKG atau tumbuh 2,84 persen.

Untuk menjaga produktivitas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembangkan Jatim Agro-Hub, memperkuat jaringan irigasi, mendorong hilirisasi hasil pertanian, mengembangkan korporasi pertanian, serta meningkatkan regenerasi petani.

Selain padi, komoditas jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan turut menjadi kekuatan Jawa Timur dalam menopang kebutuhan pangan nasional. Pengembangan sektor tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan.

Baca juga: Kemenkeu: Dukungan APBN untuk ketahanan pangan Jatim capai Rp880,25 M

Baca juga: Pemprov Jatim targetkan produksi padi naik hingga 5 persen pada 2026

Khofifah mengatakan penguatan pertanian perlu berjalan seiring dengan peningkatan konektivitas, kualitas sumber daya manusia, dan pemerataan akses pelayanan dasar agar hasil produksi dapat menjangkau pasar lebih luas.

Upaya tersebut menjadi bagian dari sembilan program prioritas Nawa Bhakti Satya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur 2025–2029, sekaligus memperkuat peran provinsi itu sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Pada semester I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen. Jawa Timur juga mengembangkan 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri halal untuk memperkuat basis industri dan rantai pasok nasional.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi capaian produksi berbagai komoditas Jawa Timur yang berperan dalam mendukung ketersediaan pangan nasional.

“Selamat Hari Jadi Jawa Timur yang ke-81. Luar biasa, Jawa Timur berkembang dengan pesat, khususnya sektor pertanian. Produksi padi nomor satu, jagung nomor satu, ayam dan telur nomor satu, gula juga nomor satu, susu juga nomor satu,” ujar Amran.

Ia juga menyampaikan rencana pembangunan fasilitas grand parent stock (GPS) di Jawa Timur untuk mendukung penyediaan bibit ayam ras bagi berbagai wilayah Indonesia.

“Kami akan bangun grand parent stock (GPS), satu-satunya di Indonesia itu di Jawa Timur, dan itu akan menyuplai nanti ke seluruh Indonesia,” katanya.

Baca juga: Mentan targetkan pengembangan 70.000 hektare kebun tebu di Jatim

Baca juga: Kadin Jatim dan NTT perkuat investasi peternakan hingga pertanian

Baca juga: Khofifah salurkan alsintan tingkatkan produktivitas petani Mojokerto

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya