Ilustrasi perdagangan terdampak tarif Amerika.
REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA — Kepala Negosiator Perdagangan Kanada untuk Amerika Serikat (AS) Janice Charette memperingatkan Washington bahwa penerapan tarif tambahan terhadap produk Kanada berpotensi menghentikan negosiasi perdagangan kedua negara.
Peringatan tersebut disampaikan Charette kepada Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer di tengah upaya kedua negara mencapai kesepakatan sebelum tarif baru AS berlaku pada 19 Agustus 2026.
Menurut laporan CTV News yang mengutip sejumlah sumber, Charette tidak menyampaikan ultimatum secara langsung kepada Greer. Namun, pihak AS disebut memahami konsekuensi yang dapat muncul apabila tarif tambahan tetap diberlakukan.
Peringatan tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap perundingan perdagangan kedua negara yang kini berpacu dengan waktu. Kanada dan AS hanya memiliki waktu kurang dari sepekan sebelum kebijakan tarif baru berlaku.
Menteri Perdagangan Kanada-AS dan Urusan Antarpemerintah Dominic LeBlanc bersama Charette bertemu dengan Greer di Washington pada Selasa (11/8/2026). Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian pembicaraan intensif menjelang tenggat tarif.
Kanada dan AS dilaporkan sedang menyusun kemungkinan kesepakatan perdagangan untuk diajukan kepada Presiden AS Donald Trump pada pekan depan. Namun, rincian kesepakatan yang tengah dibahas belum diumumkan kepada publik.
Perundingan tersebut menghadapi tantangan setelah Kanada dilaporkan belum puas terhadap tawaran terbaru AS mengenai penurunan tarif. Washington menawarkan pengurangan sejumlah tarif, tetapi besarannya disebut belum memenuhi harapan Ottawa.
Tarif baru menjadi sumber ketegangan setelah Trump pada 20 Juli menandatangani tiga proklamasi yang mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk Kanada. Pemerintah AS menyebut kebijakan tersebut sebagai respons terhadap apa yang dianggap sebagai perlakuan diskriminatif Kanada terhadap produk AS.
Tiga kebijakan tersebut menyasar produk Kanada yang berkaitan dengan sengketa perdagangan di sektor kendaraan bermotor, minuman beralkohol, dan produk susu. Sejumlah barang yang terdampak antara lain mencakup produk mulai dari anggur hingga tongkat hoki dan semen.
sumber : Antara

2 jam yang lalu
2





English (US) ·
Indonesian (ID) ·