Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Norwegia lantaran dirinya tidak mendapat Hadiah Nobel Perdamaian.
Saat menghadiri kampanye di Port Huron, Michigan, jelang pemilu paruh waktu AS, Trump menyebut Norwegia sebagai "shit house country" atau "negara brengsek". Ia bahkan mengatakan imigran asal Norwegia tidak diterima di Amerika Serikat karena Komite Nobel Norwegia tidak memberinya Hadiah Nobel Perdamaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus terang, Norwegia menyebalkan. Norwegia benar-benar telah menjadi negara brengsek," kata Trump dalam pidatonya pada Minggu (25/10).
Sejak kembali berkuasa di Gedung Putih pada Januari 2025, Trump blak-blakan mengutarakan keinginannya mendapat Hadiah Nobel Perdamaian.
Tahun ini, penghargaan itu diberikan kepada Navi Pillay, seorang hakim asal Afrika Selatan yang pernah menjabat sebagai kepala Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
Trump menyebut pilihan Komite Nobel Norwegia yang menganugerahkan penghargaan bergengsi tersebut sebagai "keputusan yang memalukan dan mencoreng reputasi". Ia berpendapat bahwa penghargaan itu seharusnya diberikan kepadanya.
Pada Minggu, Trump mengatakan bahwa ia akan menyambut imigran dari negara-negara tertentu, tetapi tidak dari Norwegia.
"Karena saya tidak mendapatkan Hadiah Nobel," papar Trump.
"Jadi, saya tidak menginginkan siapa pun dari Norwegia," ujarnya dalam kampanye jelang pemilihan paruh waktu AS yang krusial pada 3 November mendatang.
Hingga kini, belum ada indikasi resmi mengenai kebijakan baru AS yang secara khusus menyasar imigran asal Norwegia.
Sementara itu, dikutip AFP, Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide buka suara soal komentar Trump mengenai Hadiah Nobel tersebut.
Eide menegaskan bahwa komite tersebut bersifat independen.
"Ia (Trump) sangat memahami bahwa Komite Nobel bersifat independen. Kami telah mengingatkannya akan hal itu, jika ada yang masih bertanya-tanya, dan prinsip tersebut tetap berlaku hingga sekarang," kata Eide kepada penyiar nasional NRK.
(rds)

1 jam yang lalu
4





English (US) ·
Indonesian (ID) ·