Kementerian UMKM ingatkan UKM tak buru-buru IPO

10 jam yang lalu 11

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengingatkan usaha kecil dan menengah (UKM) agar tidak menjadikan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) sebagai jalan pintas memperoleh pendanaan tanpa terlebih dahulu memastikan kesiapan bisnis dan tata kelola.

Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting dalam peluncuran Go Public Academy for SMEs di Jakarta, Senin, mengatakan akses terhadap pasar modal harus diimbangi dengan kualitas perusahaan, termasuk transparansi laporan keuangan, kepastian legalitas, kualitas manajemen, serta kemampuan mengelola risiko.

"IPO adalah sebuah pilihan strategis, bukan kewajiban atau jalan pintas. Kelulusan dari program (Go Public Academy for SMEs) tentu bukan persetujuan maupun jaminan untuk melakukan IPO," katanya.

Ia menegaskan tidak semua perusahaan harus masuk bursa dan peserta Go Public Academy for SMEs tidak otomatis menjadi perusahaan tercatat. Keputusan untuk mengakses pasar modal harus didasarkan pada kesiapan perusahaan serta ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Kementerian UMKM dan BEI siapkan 200 UKM menuju pasar modal

Menurut Loto, program tersebut tidak sekadar memberikan pemahaman mengenai proses IPO, tetapi juga membina perusahaan agar bertransformasi dari usaha yang masih bertumpu pada pemilik menjadi organisasi yang lebih profesional.

Pembinaan mencakup penguatan fundamental bisnis, tata kelola, transparansi, kualitas laporan keuangan, serta perencanaan pertumbuhan jangka panjang.

Ia mengatakan keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah peserta atau perusahaan yang didorong untuk segera melantai di bursa. Pemerintah perlu melihat kemajuan nyata perusahaan dalam memperbaiki tata kelola, profesionalisme manajemen, dan kemampuan merencanakan ekspansi.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyebut terdapat 42 emiten kategori UKM yang melantai di Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total pendanaan sekitar Rp2 triliun.

Baca juga: Aturan turunan Perpres Ojol dipastikan terbit sebelum akhir Desember

Dari jumlah tersebut, satu perusahaan telah naik ke Papan Pengembangan, sedangkan sekitar delapan perusahaan lainnya berpindah ke Papan Utama.

Kementerian UMKM bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) mengembangkan Go Public Academy for SMEs melalui program RISE To IPO. Kementerian UMKM menyiapkan sekitar 200 perusahaan dari hasil pemetaan terhadap 3.300 usaha untuk mengikuti program tersebut.

Pembinaan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan kesiapan bisnis dan keuangan hingga pemahaman proses IPO dan tanggung jawab sebagai perusahaan publik.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya