Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah kapal yang diduga kuat sebagai tanker minyak dilaporkan terbakar di koridor selatan Selat Hormuz pada Sabtu (8/8), menurut laporan media lokal Iran.
Kantor berita semi-pemerintah Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa hasil pemantauan satelit menunjukkan objek kapal terbakar di sepanjang rute selatan selat strategis tersebut.
Sebuah kapal pemadam kebakaran sekaligus penanganan tumpahan minyak bernama ADNOC AR01 dilaporkan telah diterjunkan dan tiba di lokasi kejadian untuk memadamkan kobaran api.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Anadolu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) pada hari Sabtu (8/8) mengonfirmasi bahwa salah satu kapalnya menjadi sasaran serangan rudal saat melintasi Selat Hormuz.
Insiden ini terjadi di tengah situasi keamanan maritim kawasan yang belum sepenuhnya stabil. Eskalasi ketegangan regional sempat memuncak pada 28 Februari lalu usai serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke fasilitas militer, nuklir, serta infrastruktur energi Iran, yang kemudian dibalas Teheran lewat serangan rudal dan drone.
Meski Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) lewat mediasi Pakistan dan Qatar pada 18 Juni lalu untuk menghentikan kontak tembak, proses negosiasi lanjutan kini dilaporkan mengalami kebuntuan.
Perselisihan kedua pihak terutama tertahan pada poin-poin terkait keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur lalu lintas vital bagi ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar global.
(wiw)

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·